Public Expose Kinerja Pelabuhan Priok: Bedah STID  Hingga Diklat Kompetensi TKBM dan Supir

  • Whatsapp

JAKARTA, MARITIM : Mengawali kinerja untuk publikasi tahun 2022,  Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Wisnu Handoko memimpin acara Public Expose kinerja Pelabuhan Priok 2021 dan outlook 2022, dari sejumlah isntitusi di Pelabuhan Priok. Antara lain,  Kinerja Otoritas Pelabuhan Utama Priok, Syahbandar,, Bea & Cukai, Karantina Pertanian, Kantor Kesehatan, Pelindo Regional 2 Priok, kantor Imigrasi dan Polres Pelabuhan.

Mengawali presentasiya, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (Ka OP), DR Capt Wisnu Handoko MSc. menyampaikan capaian kinerja Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok terutama, mulai dari PNBP, arus kapal dan barang sampai  soal  Single Truck Identification Data (STID) dan TKBM.

Read More

Soal TKBM, menjawab pertanyaan pers, ia mengatakan pihaknya siap memperjuangkan upaya diklat kompetensi bagi TKBM dan supir truk yang anggarannya akan diusulkan melalui Program Diklat Pemberdayaan masyarakat dari BPSDM Perhubungan. Selain itu, ia juga mendorong agar dana CSR perusahaan Pelindo Group sebagian dapat dialokasikan ke sana.

“Untuk TKBM, memang masih relatif kecil yang memiliki sertifikat kompetensi. Di bawah 20 persen. Untuk itu, saya dan Pak Kepala Syahbandar akan berusaha untuk melakukan FGD dengan BPSDM Perhubungan membahas masalah ini. Kondisi TKBM di Priok cukup kondusif sampai saat ini. Bahwa hasil Pleno TKBM dari registrasi TKBM 2021 di Pelabuhan Priok berjumlah 2.213 TKBM baik yang berusia dibawah 50 tahun maupun diatas 50 tahun.,” kata Wisnu Handoko.

Menyoal STID, dijelas Wisnu Handoko bahwa Perhari ini, Kamis (6 Januari 2022) sudah tembus hampir 7.000-an pemegang STID di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan perusahaan yang telah disetujui permohonan melakukan kegiatan usaha (PMKU) ada 320 perusahaan.

“Jumlah perusahaan pelayaran yang berkegiatan di pelabuhan Priok mencapai 248 perusahaan, keagenan kapal 94 perusahaan, 106 perusahaan bongkar muat (PBM), 178 Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dan 566 Perusahaan Trucking”, jelas Capt Wisnu.

“Untuk rencana kerja (outlook) Tahun 2022 ini kami terus berupaya mengembangkan Terminal Booking dan Return Cargo (TBRC) diharapkan unttuk payment, receiving impor dan ekspor, boking online, truck check, receipt slip kedepannya akan lebih tertata dan lebih baik sehingga Tanjung Priok bisa lebih cepat dalam mendukung Nasional Logistic System (NLE). Hal ini nantinya akan terkolaborasi dengan komunitas logistik lainnya”, ungkap mantan kepala Kantor Kesyahbandaraan Utama Tanjung Priok.

Selain OP, masing-masing Instansi Pemerintah dan Stakeholders di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok juga menyampaikan capaian kinerjanya, antara lain Kepala Kantor kesyahbandaran Utama Tanjung Priok,  Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok,  Kepala Kantor Kesehatan kelas I Tanjung Priok,  Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan  General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok.

Pelindo Regional 2 Priok

Dalam paparannya GM Pelindo (Persero) Reginal 2 Cabang Tanjung Priok, Silo Santoso menyampaikan mengenai traffic kapal, barang, dan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Tahun 2021 ini traffic kapal di Pelabuhan mengalami peningkatan 4,89 % dibandingkan Tahun 2020 sedangkan Gross Tonnage (GT) mengalami penurunan 6,09 %. Penurunan GT yang signifikan terjadi di kapal-kapal luar negeri, hal ini dikarenakan kondisi pandemi yang masih terjadi dan pemulihan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya”, ujar Silo.

“Traffic barang di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan baik yang petikemas maupun yang non-petikemas. Sedangkan untuk penumpang yang melalui Pelabuhan Tanjung priok meningkat baik yang embarkasi maupun debarkasi. Hal ini dikarenakan meningkatnya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi laut (kapal penumpang). Kita berharap Tahun 2022 ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi” kata GM Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok.

Ka OP menjelaskan beberapa sistem pelayanan yang telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa hal yang menjadi fokus pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih melayani (WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kami berterima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Instansi Pemerintah, Stakeholders, Asosiasi di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung peningkatan pelayananan. Semoga Pelabuhan Tanjung Priok semakin pelabuhan yang berdaya saing, dan dapat memberikan nilai tambah serta bertaraf Internasional”, tutup Ka OP. (HBB)

Related posts