JAKARTA-MARITIM : Perum BULOG menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar, yang telah mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta terputusnya akses logistik dan distribusi pangan ke wilayah terdampak.
Situasi darurat tersebut menimbulkan desakan kebutuhan pangan di tengah masyarakat. Perum BULOG memahami bahwa dinamika yang terjadi di lapangan, merupakan bentuk keterpaksaan masyarakat dalam menghadapi kesulitan mendapatkan akses pangan akibat jalur distribusi yang terisolasi selama beberapa hari.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Perum BULOG saat ini tengah melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait untuk memastikan pemulihan distribusi pangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Upaya ini ditempuh untuk menjaga stabilitas pasokan serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di wilayah terdampak bencana.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan, pihaknya memahami bahwa masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan.
“Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi melalui koordinasi dan langkah kebijakan yang tepat bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya, di Jakarta, Minggu (30/11).
Sebagai bagian dari dampak bencana, sejumlah fasilitas BULOG tercatat terdampak, yaitu Gudang BULOG Dayah Timu Sigli, Aceh dan Gudang BULOG Sarudik Sibolga, Sumatera Utara. Komoditas beras dan minyak goreng yang tersimpan didalam gudang BULOG pun ada yang terkena dampaknya, yaitu komoditas yang berada di Gudang BULOG Ulee Blang Mane Lhokseumawe, Gudang BULOG Dayah Timu Sigli, serta Gudang BULOG Labuhan Deli Medan. Perhitungan total volume komoditas yang terdampak saat ini masih dalam proses pendataan oleh tim lapangan.
Dalam rangka penanganan situasi darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, Perum BULOG telah menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG ke tiga provinsi terdampak, dengan total bantuan berupa 1.500 kg beras, 300 liter minyak goreng, 160 kg gula, 20 dus mie instan, 20 dus biskuit, dan 1.200 porsi nasi box.
Selain itu, hingga tanggal 30 November 2025, Perum BULOG telah melakukan pelayanan penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan rincian Provinsi Aceh 152.893 kg, Sumut 72.630 kg dan Sumbar 61.554 kg. Sehingga total beras CPPD yang telah disalurkan ke tiga provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 287 ton.
Program Bantuan Pangan (Banpang) yang memiliki tujuan untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu meringankan beban ekonomi khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terus dioptimalkan penyalurannya oleh BULOG di tiga provinsi ini. Banpang alokasi Oktober dan November akan membagikan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng di tiap alokasinya per Penerima Bantuan Pangan (PBP). Total penyaluran Banpang di ketiga provinsi meliputi Aceh 10.613.640 kg beras dan 2.122.728 liter minyak goreng, Sumut 16.893.920 kg beras dan 1.168.928 liter minyak goreng serta Sumbar 6.794.960 kg beras dan 1.358.992 liter minyak goreng.
Untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan dalam rangka pemerataan dan percepatan pemulihan distribusi, Perum BULOG melakukan penambahan stok beras ke wilayah Sibolga 1.562 ton dari Jakarta dan Medan, Nias 1.650 ton dari Jakarta dan Padang.
Perum BULOG berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya di tengah situasi bencana, serta memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan berpedoman pada prinsip kemanusiaan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas. (Muhammad Raya)





