JAKARTA-MARITIM : PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) – anak perusahaan PT PELNI (Persero) – menargetkan pada tahun 2026 ini akan melakukan perluasan ekspansi usaha pada beberapa lini bisnis, di antaranya penambahan infrastruktur depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional di kota Surabaya, Makassar dan Batam serta Manado.
“Di sisi lain, untuk mendukung gerak operasional, kami juga akan menambah lagi 100 unit peti kemas baru untuk mendukung lini usaha, karena di wilayah Indonesia bagian timur masih cukup banyak kebutuhan akan peti kemas,” kata Direktur Utama PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), Sukendra, pada kesempatan media briefing, di Jakarta, Rabu (14/1).
Hadir juga di kegiatan tersebut selain Direktur Utama PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), Sukendra, ada Direktur Operasi dan Komersial PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), I Komang Budiswastawan, Sekretaris Perusahaan PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), Daniel Tampubolon serta para senior dari PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics).
Menurut Sukendra, peti kemas yang banyak dibutuhkan di wilayah Indonesia bagian timur saat ini, adalah untuk memenuhi keinginan dan mengakomodir banyaknya kebutuhan dari barang-barang hasil produksi UMKM dan pelaku usaha di daerah-daerah untuk masuk ke boks kontainer.
“Untuk investasi ini, perusahaan menyiapkan belanja modal sekitar Rp13 miliar pada 2026, yakni Rp6 miliar akan dipakai bagi pengadaan kontainer baru dan sisanya untuk pengadaan armada truk angkutan (trucking). Karena armada truk ini sangat penting di daerah-daerah terpencil,” ungkapnya, yang menyebutkan, saat ini pihaknya mengoperasikan sebanyak 85 unit kapal untuk wilayah di seluruh Indonesia.
Sukendra juga mengutarakan, pihaknya menyasar volume angkutan yang bersifat captive dan non captive. Untuk segmen captive melalui kapal penumpang, perusahaan menargetkan pengangkutan peti kemas sebanyak 20.462 TEUs, general cargo 56.352 ton/m3 serta kendaraan sebanyak 11.771 unit. Sedangkan melalui Tol Laut, target angkutan kontainer mencapai 30.852 TEUs dan angkutan ternak sebanyak 12 ribu ekor.
Pada segmen non captive, PELNI Logistics memproyeksikan volume kontainer sebesar 5.168 TEUs dan general cargo 370.720 ton/m3 serta distribusi kendaraan 2.753 unit dan ternak 1.207 ekor. Angkutan darat, kontainer 5.057 TEUs, general cargo 270.563 ton/m3, truck sekitar 11 unit serta untuk depo juga ditargetkan tumbuh seperti Jakarta 4.321 TEUs, Surabaya 9.216 TEUs dan Bitung 3.475 TEUs.
Selanjutnya, Sukendra menjelaskan, pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp568,4 miliar, yang berasal dari beban usaha Rp411,8 miliar, beban overhead Rp111,8 miliar, pajak penghasilan sebesar Rp12,7 miliar dan laba konsolidasi Rp34,6 miliar.
Ditambahkan, laba konsolidasi sebesar Rp34,6 miliar berasal dari pembagian kontribusi oleh setiap lini bisnis, seperti Rp3,5 miliar dari anak usaha PT PBM Sarana Bandar Indotrading (SBI), Rp12 miliar dari PT Sarana Bandar Logistik (SBL) dan Rp19 miliar dari PELNI Logistics. Komposisinya 10%, 35% dan 55%.
Dapat disampaikan, PELNI Logistics memiliki lima lini bisnis, seperti bongkar muat, freigh Forwarding, pergudangan, transformasi dan trading serta retail. (Muhammad Raya)





