Pengukuhan Pimpinan CIMA 2026-2029 : Hadapi Persaingan Global, CIMA Diminta Dorong Pelaut Indonesia Miliki Sertifikasi Internasional

Ketua Umum CIMA Dr. Gatot Cahyo Sudewo (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Capt. Dicky Purnama yang hadir dalam pengukuhan Dewan Pimpinan CIMA 2026-2029 mewakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Ir. Samsuddin.

JAKARTA-MARITIM: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub minta Konsorsium Perusahaan Pengawakan Kapal atau CIMA (Consortium of Indonesian Manning Agencies) untuk mendorong pelaut Indonesia memiliki sertifikasi internasional, sehingga mereka dapat bersaing secara lebih kompetitif di pasar tenaga kerja global. CIMA juga diminta memperluas jaringan kemitraan dengan perusahaan pelayaran global guna membuka lebih banyak peluang lpangan kerja bagi pelaut Indoneisa.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkapel) Ditjen Perhubungan Laut Ir. Samsuddin, MT, M.Mar.E dalam pengukuhan personil DPP (Dewan Pengurus Pusat), Dewan Penasehat, Dewan Pengawas dan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) CIMA periode 2026-2029 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Pengurus baru ini terdiri dari DPP 20 orang, Dewan Penasehat 2 orang, Dewan Pengawas 2 orang dan DPW 3 orang (Batam/Riau, Bali, dan Jawa Tengah).

Read More

Selanjutnya Dirkapel mengatakan, kepengurusan baru CIMA dihadapkan pada tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dan langkah strategis. Salah satunya adalah dinamika pasar tenaga kerja pelaut global yang semakin kompetitif, di mana kebutuhan akan pelaut yang terampil dan profesional semakin tinggi, sementara persaingan antar negara juga semakin ketat.

Selain itu, menurut Ir Samsuddin, tuntutan digitalisasi dalam proses rekrutmen dan sertifikasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari, dengan adanya kebutuhan untuk mengadopsi teknologi terkini guna mempercepat dan mempermudah proses-proses administrasi yang lebih efisien dan transparan. Tak kalah penting, perlindungan hukum pelaut harus terus ditingkatkan agar hak-hak mereka dapat terjamin dengan baik, mencakup aspek kesejahteraan, keselamatan, serta kepastian hukum yang adil dan merata bagi seluruh awak kapal.

Di sisi lain, optimalisasi teknologi dalam sistem penempatan awak kapal menjadi sangat penting untuk menciptakan proses yang lebih efisien, transparan, dan terjangkau. Dia berharap agar CIMA semakin memperluas jaringan kemitraan dengan Perusahaan Pelayaran Global, guna membuka lebih banyak peluang lapangan kerja bagi pelaut Indonesia.

Kepada Dewan Pimpinan CIMA yang baru, Samsuddin mengharapkan agar terus memperkuat sinergi yang lebih erat dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam rangka memastikan perlindungan pelaut Indonesia. “Saya juga berharap agar CIMA mendorong sertifikasi internasional bagi pelaut Indonesia, sehingga mereka dapat bersaing secara lebih kompetitif di pasar tenaga kerja global,” tegas Ir.Samsuddin dalam sambutan yang dibacakan oleh Capt. Dicky Purnama, SST, M.Mar.

Ir. Samsuddin menilai, sebagai garda terdepan dalam penempatan dan perlindungan pelaut Indonesia, CIMA telah menunjukkan kontribusinya yang signifikan dalam mendukung sektor kepelautan. CIMA berperan aktif dalam penegakan regulasi, termasuk implementasi Maritime Labour Convention (MLC) 2006 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021 yang di dalamnya mengatur secara detail terakait dengan Keagenan Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal yang menjadi landasan untuk memastikan kondisi kerja pelaut yang aman dan sejahtera.

Selain itu, CIMA juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelaut melalui pelatihan berbasis standar internasional STCW 1978, yang menjadi acuan untuk mencetak pelaut yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Kerja sama yang erat dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga memastikan bahwa seluruh kegiatan keagenan awak kapal berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, menciptakan sistem yang terpercaya dan profesional.

Selanjutnya Samsudiin menegaskan, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan komitmen penuh untuk mendukung langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh CIMA, dengan berpegang pada Dua Prinsip Utama. Pertama, no seafarer left behind, artinya tidak ada pelaut yang tertinggal dalam hal perlindungan hukum dan pemenuhan hak-haknya, agar setiap pelaut Indonesia mendapatkan perlindungan yang adil dan merata.

Kedua, Quality over quantity. “Kami berfokus pada peningkatan kompetensi pelaut Indonesia, bukan hanya sekadar mengejar jumlah penempatan, namun lebih kepada kualitas dan keahlian yang relevan untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Dengan prinsip-prinsip ini, kami yakin bahwa kita dapat menciptakan sistem kepelautan yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Untuk itu, Dirkapel berharap kepemimpinan CIMA yang baru ini dapat membawa kemajuan yang signifikan bagi industri maritim Indonesia, menjadikan kita lebih unggul, tangguh, dan siap menghadapi tantangan global. “Mari kita bersama-sama bekerja keras untuk mencapai tujuan besar ini demi kemajuan sektor kelautan dan kesejahteraan pelaut Indonesia,” tandasnya.

Pengurus Lengkap

Pengukuhan Dewan Pimpinan CIMA periode 2026-2029 ini merupakan tindak lanjut dari keputusan RUA (Rapat Umum Anggota) pada 4 Desember 2025 dengan terpilihnya kembali Dr. Gatot Cahyo Sudewo SE, MM, M.Tr, CPHCM untuk ketiga kalinya menjadi Ketua Umum CIMA. Pengukuhan diumumkan oleh Ketum Terpilih ditandai dengan pemberian SK Nomor: 115/DPP-CIMA/XI1/2025 tentang Komposisi dan Personalia Pengurus Dewan Pimpinan Pusat CIMA Masa Bakti 2026-2029, dilanjutkan penandatanganan pakta integritas bagi seluruh pimpinan CIMA.

Seluruh Dewan Pimpinan Pusat periode 2026-2029 berjumlah 47 orang. Dewan Penasehat 2 orang yakni Retno Watimena dan Dr. Koes Pranowo, Dewan Pengawas 2 orang yaitu Nestor Tacazily  dan Deddy Herfiandi, DPP 20 orang dan DPW 3 orang yakni Batam/Riau, Bali dan Jawa Tengah.

Susunan unsur pimpinan selengkapnya sebagai berikut: Untuk DPP, Ketum Dr. Gatot Cahyo Sudewo SE, MM, M.Tr, CPHCM. Ia didampingi Wakil Ketua Umum Capt. Eddy Sukandar M.Mar, dan Liaison and Compliance Officer R. Adimaskin Kusumawardani SE, MM, M Mar,E.

Sekjen CIMA dipercayakan kepada Capt. A. Subaidi M.Mar, AFNI. Ia membawahi 3 Seksi, yakni Seksi Komunikasi Publik dan Kerjasama (Putri Eva Mayangsari S.Kesos, M Ed.) Seksi Informasi dan Teknologi (Fariz Abdan Khairurrizal, S.Kom) dan Seksi Administrasi, SDM & Organisasi (Risang Waskitha Nawanda, A.Md.)

Bendahara masih dipercayakan kepada Mery Ester M Simanjuntak, SH didampingi Seksi Finance & Accounting yakni Nebula Tacazily, A.Md.Par.

Ketua Bidang Hukum adalah Drs. Heru Suroto, SH, MH, MM. Ketua Bidang Diklat & Pengembangan adalah Moh. Sumardi, MT. Seksi Diklat Kepelautan dipegang Nanis Widiatiningsih, Seksi Diklat Non Kepelautan bidang Pelayaran dipegang Bryant Muh. Rizky Djaku, SIP, sedang Seksi Penelitian dan Pengembangan dipegang dr. Zenitalia Mbiomed (AAM).

Capt. Dicky Purnama didampingi Ketua Umum CIMA Dr. Gatot Cahyo Sudewo dan Sekjen Capt. A. Subaidi foto bersama dengan seluruh unsur dewan pimpinan CIMA masa bakti 2026-2029 yang baru dikukuhkan.

Selain sebagai Sekjen, Capt. A Subaidi juga dipercaya menjadi Ketua Bidang Pengawakan Kapal. Ia membawahi Seksi Kapal Tankers (Yohanes Doni Listiyana), Seksi Kapal Dry Fleets (Heri Surosaputro), Seksi Kapal Pesiar/Pariwisata/Penumpang (Puspa Nuraeni, SE), Seksi Kapal Perikanan (Muhammad Mifta Hussuad), Seksi Kapal Offshore/Tug/Crane Barge (Yenny Imelda Marthing).

Untuk DPW Kepulauan Riau (Batam) dipegang Harry Manik SE, MM, DPW Bali Putu Alit Budi Sastrawan, Amd.Par, CHt, SH, sedang DPW JawaTengah dipimpin  Henry Kurniawan.

Program Kerja

Dalam arahannya seusai mengumumkan susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat, Ketum Gatot Cahyo Sudewo menjelaskan,  per Januari 2026 total anggota CIMA yaitu 93 perusahaan. Sebagian besar (80%) anggota CIMA merekrut dan menempatkan pelaut Indonesia bekerja  di kapal-kapal asing di luar negeri.

“Pertambahan anggota CIMA naik sangat pesat (50%) selama tahun 2004/2025. Tapi dalam kepengurusan periode ini pertambahan anggota ditargetkan naik 30%,” ujarnya.

Menurut Gatot, berdasarkan data dari penandatanganan CBA (Collective Bargaining Agreement) dan Perjanjian Kerja Laut (PKL) jumlah pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri sekitar 30.000 orang. Sementara ada pihak lain yang menyebut jumlah pelaut Indonesia di luar negeri 1-1,5 juta. “Mungkin perkiraan itu dihitung dari pembuatan sertifikat BST (Basic Safety Training),” duganya seraya menambahkan sampai sekarang belum ada satu data base pelaut yang valid dan sama di semua instansi.

Menurut Gatot, pada Januari 2026 total perusahaan pemilik SIUKAK (Surat Izin Usaha Keagenan Awak Kapal) sebanyak 272 perusahaan. Dari jumlah ini, 34% pemilik SIUKAK adalah anggota CIMA, sebagian  besar (66%)  justru bukan anggota CIMA.

Program kerja lainnya adalah pengembangan unit usaha PT CPM (Cima Pilar Maritim) akan lebih dioptimalkan untuk mendukung pengembangan CIMA ke depan dan meningkatkan profesionalisme anggota.

Mengaku periode ini merupakan masa bakti terakhir, Gatot mengajak segenap pimpinan untuk mempersiapkan kepemimpinan CIMA di masa mendatang. Selain itu, CIMA juga akan mengembangkan kerjasama dengan mitra kerjanya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Seusai pengukuhan dewan pimpinan, Gatot langsung memimpin rapat perdana dengan seluruh unsur pimpinan CIMA. Diawali perkenalan bagi pengurus yang baru bergabun,  kemudian dilanjutkan dengan penajaman program kerja yang perlu dilaksanakan sampai akhir 2029. (Purwanto).

 

Related posts