JAKARTA-MARITIM : PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menegaskan kontribusi strategisnya dalam distribusi energi untuk negeri melalui dukungan layanan marine dan offshore support pada rangkaian pengapalan perdana 1 juta barel minyak mentah dari Blok 405A Aljazair ke Indonesia.
Rangkaian sandar dan bongkar muat dilaksanakan di area sandar dan jetty Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah, sebagai pintu masuk pasokan strategis bagi operasional kilang nasional dan penguatan ketahanan energi domestik.
Setelah menempuh pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak keberangkatan dari Aljazair, kapal tanker pembawa kargo tiba di perairan Cilacap dan menjalani proses sandar serta transfer muatan dengan dukungan layanan marine support.
Dalam operasi ini, PTK mengerahkan armada pendukung, termasuk Kapal Transko Pipit dan Transko Kepodang, untuk membantu manuver, pengamanan area laut, serta kelancaran proses sandar kapal.
Dukungan armada tersebut menjadi bagian penting dari layanan ship-to-shore interface agar proses bongkar muat berlangsung aman, presisi, dan sesuai standar HSSE.
Keberhasilan distribusi energi lintas benua ini menegaskan bahwa kelancaran pasokan tidak hanya bergantung pada produksi dan kapal pengangkut utama, tetapi juga pada kesiapan layanan marine di titik kritikal sandar.
Kesiapan fasilitas jetty, layanan pandu-tunda-tambat, pengamanan perimeter perairan, serta koordinasi operasional terintegrasi menjadi mata rantai kunci dalam memastikan crude oil berpindah dari laut ke sistem kilang tanpa gangguan.
Keandalan ini memperkuat reliabilitas rantai pasok energi laut-ke-kilang secara menyeluruh.
Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba, menyatakan bahwa keterlibatan PTK melalui dukungan armada dan layanan marine support merupakan wujud nyata peran perusahaan dalam memastikan energi sampai ke dalam negeri secara selamat dan tepat waktu.
“Keberhasilan sandar dan bongkar muat kargo crude oil impor strategis ini menunjukkan kesiapan layanan marine dan port operation support PTK dalam menopang operasi energi berskala besar dan berisiko tinggi. Kami memastikan setiap tahapan transfer energi di wilayah laut berjalan patuh HSSE, didukung kesiapan personel, armada, dan sistem keselamatan terintegrasi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Senin (2/2).

Secara bisnis, kapabilitas operasi ini memperkuat nilai tambah layanan PTK bagi klien dan calon klien di sektor energi dan maritim melalui jaminan keandalan, efisiensi waktu sandar, dan pengendalian risiko operasional.
Secara nasional, kontribusi PTK dalam kelancaran distribusi crude oil perdana ini berdampak langsung pada kesinambungan produksi energi di kilang dan stabilitas pasokan bagi masyarakat.
PTK terus menegaskan posisinya sebagai pilar utama layanan marine logistics dan offshore support dalam memastikan energi sampai ke negeri dengan aman, efisien, dan berkelanjutan. (Muhammad Raya)





