Dibuka Dirlala, ISAA Learning Center Gelar Diklat Kompetensi Keagenan Kapal

MARITIM : SAMARINDA : Lembaga Diklat Insan Samudra Asasta Abadi (ISAA Learning Center) hari ini (Senin, 20/4/2026) menggelar diklat keagenan kapal di Samarinda, Kalimantan Timur. Diklat diikuti sebanyak 57 peserta pemegang SIUPKK dan SIUPAL setempat.

Diklat tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Lala. Ditjen Hubla, Dr. Capt. Budi Mantoro, M.Si., M.Mar. secara virtual. Dalam salah satu sambutannya, Ia memberikan apresiasi kepada ISAA Learning Center atas pelaksanaan diklat ini sebagai amanat dari regulasi Kemenhub.

Direktur  ISAA Learning Center, DR. Eduard S. Sijabat, mengatakan,  diklat ini bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan menjadi keharusan bagi usaha keagenan kapal  sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM 1 Tahun 2026 dan PM 3 Tahun 2026.

“Keagenan kapal itu berbasis kepercayaan dari pemilik kapal, termasuk kapal asing. Maka, agen harus kompeten, baik dari sisi sikap, pengetahuan, maupun pengalaman agar pelayanan optimal dan tidak menimbulkan biaya tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi akan berdampak langsung pada kepercayaan pengguna jasa. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin besar peluang perusahaan untuk berkembang dan mendapatkan lebih banyak aktivitas keagenan.

Sementara itu, Ketua DPC ISAA Samarinda, Supianto, menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk agenda berkelanjutan ke depan.

“Diklat ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM keagenan kapal. Sektor maritim memiliki peran vital dalam arus logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga dibutuhkan tenaga yang tidak hanya paham administrasi, tetapi juga tangguh secara operasional dan berintegritas,” jelasnya.

Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta meningkatkan kualitas layanan.

Ke depan, ISAA Samarinda berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala. Selain membuka peluang bagi peserta baru, program ini juga akan dilengkapi dengan revalidasi kompetensi setiap dua tahun sekali.

“Harapannya, seluruh pelaku keagenan kapal bisa mengikuti diklat ini secara bertahap, sehingga standar profesionalitas di sektor ini semakin merata dan meningkat,” pungkas Supianto.***Tim

 

Related posts