MARITIM, JAKARTA : PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus mengoptimalkan penerapan JICT Dual Move, yakni skema operasional yang memungkinkan kendaraan melakukan pengantaran petikemas ekspor dan pengambilan petikemas impor dalam satu rangkaian kunjungan terminal.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan sekaligus membuka peluang mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.
Direktur Operasi dan Teknik JICT Doni Budiono mengatakan Dual Move merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dari perspektif rantai logistik yang lebih luas.
“Efisiensi terminal akan memberikan nilai lebih besar ketika dapat diterjemahkan menjadi produktivitas bagi pengguna jasa. Melalui Dual Move, kami membuka peluang agar satu kunjungan kendaraan dapat menghasilkan dua pergerakan produktif,” ujar Doni saat sosialisasi Dual Move yang melibatkan regulator KSOP Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, pengguna jasa, asosiasi, perusahaan freight forwarding dan trucking di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026).
Menurut Doni, JICT tidak hanya akan mengukur keberhasilan program dari jumlah transaksi, tetapi juga dari reliability proses, tingkat adopsi pengguna jasa, Truck Turn Time, dan efektivitas implementasi di lapangan.
“Kami ingin manfaat Dual Move dibuktikan dengan data. Karena itu implementasinya akan terus kami monitor dan evaluasi bersama customer, freight forwarder, dan perusahaan trucking,” ujar Doni.
Sementara itu Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto mengatakan pemerintah terus menekankan pentingnya modernisasi tata kelola pelabuhan nasional guna memperlancar arus distribusi barang dan meningkatkan daya saing logistik.
“Peningkatan kualitas layanan termasuk bagaimana kita terus menyempurnakan proses, koordinasi, dan produktivitas pergerakan barang maupun kendaraan di dalam ekosistem pelabuhan,” ujar Heru.
Menurut Heru, implementasi inovasi operasional yang terintegrasi di terminal petikemas dapat berjalan optimal apabila seluruh elemen pelabuhan bergerak dalam satu ritme kerja yang solid, disiplin, dan tetap mematuhi regulasi.
“Inisiatif Dual Move yang disosialisasikan JICT hari ini menawarkan pendekatan integrasi kegiatan ekspor dan impor dalam satu rangkaian kunjungan kendaraan. Keberhasilan implementasinya tentu sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak,” ujar Heru.
Senior Manager Komersial Regional 2 Tanjung Priok Chandra Irawan mengapresiasi langkah JICT sebagai terminal operator yang secara konsisten melakukan berbagai inovasi dan perbaikan proses operasional.
Menurut Chandra, optimalisasi Dual Move relevan dengan upaya meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kalau program ini dapat dioptimalkan dan utilisasinya semakin tinggi, kami melihat dalam jangka panjang berpotensi memberikan kontribusi pengurangan kepadatan lalu lintas, baik di dalam kawasan pelabuhan maupun di sekitar Tanjung Priok,” katanya.**hbb





