Lebih dari kompetisi basket 3×3, Container Cup menjadi ruang memperkuat jejaring, sportivitas, dan sinergi antarpelaku industri pelabuhan dan logistik
JAKARTA — Maritim : PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perusahaan dalam memperkuat daya saing industri logistik nasional. Semangat tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Pelindo Container Cup 2026, turnamen basket 3×3 yang mempertemukan insan pelabuhan, perusahaan dalam ekosistem Pelindo, dan mitra industri logistik di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (24/10).
Bagi JICT, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang membangun hubungan profesional yang lebih erat, memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan, sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif.
Direktur Keuangan JICT sekaligus Ketua Panitia Container Cup 2026 Max Suswendi menekankan bahwa keberhasilan industri kepelabuhanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, teknologi, dan produktivitas terminal, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak untuk bekerja sebagai satu ekosistem.
“Logistik yang kuat tidak dibangun oleh satu perusahaan yang bekerja sendiri. Dibutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan kolaborasi dari seluruh pelaku industri. Container Cup menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai tersebut di luar aktivitas operasional sehari-hari,” ujar Max di Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
Container Cup sendiri memiliki akar kuat dari komunitas JICT Ballers yang menginisiasi penyelenggaraan pada 2025. Pada edisi perdana tersebut, sebanyak 18 tim dari lingkungan Pelindo Group, perbankan, dan para pemangku kepentingan serta mitra sektor logistik ikut ambil bagian.
Memasuki 2026, ajang ini kembali menghadirkan kompetisi lintas perusahaan dengan kategori Champion Division dan Executive Division 45+. JICT Ballers turut berpartisipasi pada kedua kategori tersebut.
Menurut Max, karakter permainan basket 3×3 mencerminkan kemampuan yang juga dibutuhkan dalam operasional pelabuhan modern yakni pengambilan keputusan yang cepat, komunikasi efektif, disiplin, dan kerja sama tim.
“Di lapangan, setiap pemain harus memahami perannya, membaca situasi, dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan. Prinsip yang sama berlaku dalam pengelolaan terminal peti kemas. Kecepatan tanpa koordinasi tidak akan menghasilkan kinerja yang optimal,” ujar Max.
JICT sendiri terus memperkuat transformasi operasional melalui modernisasi peralatan, digitalisasi, dan peningkatan keandalan layanan terminal peti kemas.
“Transformasi pelabuhan tidak hanya berbicara tentang teknologi dan peralatan yang semakin modern. Manusialah yang menggerakkan perubahan. Karena itu, membangun hubungan yang solid dan budaya kolaboratif menjadi investasi penting untuk daya saing logistik Indonesia,” kata Max.
Penyelenggaraan Container Cup 2026 juga diwarnai suasana duka setelah berpulangnya Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, pada 24 Oktober 2026.
JICT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum dan seluruh insan pelabuhan yang berduka.
“Bagi JICT, momentum tersebut kembali mengingatkan bahwa di atas semangat kompetisi, terdapat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan yang senantiasa harus dijunjung tinggi,” ujar Max.**Hbd





