
SEMARANG – MARITIM : Perayaan malam tahun baru, ternyata banyak dimanfaatkan oleh para pelaku industri perhotelan untuk meraup untung. Salah satu langkah yang banyak dilakukan adalah dengan cara menjual paket dan konsep malam pergantian tahun yang unik. Hasilnya okupansi hotel berbintang di Semarang ini hampir mencapai full booked di malam pergantian tahun nanti.
General Manager, Aston Inn Pandanaran, Yuni Manicha mengatakan okupansi hotel yang terletak di Jalan Pandanaran ini hampir mencapai 100%. Bahkan pemesanan kamar melalui online travel agent (OTA) telah ditutup, dan hanya melayani tamu walk in. Jelasnya, kepada awak media termasuk maritim.com Rabu (25/12/2019) lalu: “Untuk malam pergantian tahun, okupansi hotel kami sudah mencapai target atau hampir 100%. Kami menyisakan 10 kamar khusus untuk tamu yang walk in atau datang langsung”.
Menurut Yuni, tingginya okupansi dipengaruhi tingginya jumlah wisatawan yang berlibur ke Semarang. Selain itu, fihaknya juga mempromosikan konsep yang menarik yang ditawarkan kepada pengunjung untuk merayakan malam tahun baru. Pada penghujung tahun ini, Aston Inn Pandanaran Semarang mengusung tema World of Cinema sebagai suguhan menghibur bagi pengunjung.
Jelas Yuni Manicha: “Konsepnya adalah semua orang suka menonton film, dari super hero ataupun drama. Kami akan tampilkan cosplayer, live battle juga. Dalam event tersebut para karyawan kami juga akan menggunakan kostum superhero”.
Momentum tahun baru sendiri, imbuh Yuni, sengaja dimanfaatkan pihak hotel karena hal itu merupakan permintaan tinggi masyarakat, yang diprediksi mampu menambah pendapatan dari sisi revenue, food and beverage. Tuturnya: “Mayoritas tamu yang menginap mengambil dua malam, setelah merayakan tahun baru biasanya mereka melaklukan perjalanan wisata, ataupun berklunjung ke pusat oleh-oleh”.
Sementara itu, Public Relations Hotel Ciputra Semarang (HCS) Shela Tiara mengaku juga memanfaatkan momentum perayaan malam tahun baru untuk menambah sisi pendapatan dan okupansi hotel yang berada di kawasan Simpang Lima Semarang ini. Untuk itu fihaknya mengusung konsep acara masquarede party atau pesta topeng. Paket yang dijual cukup menguras dompet yakni mulai Rp2,5 juta permalam. Jelas Shela: “Malam tahun baru nanti, selain pesta topeng juga akan dilakukan pesta kembang api terlama dan terbesar di kota Semarang, untuk menghibur tamu dan masyarakat ibujota Provinbsi Jawa Tengah ini”.
Untuk tingkat hunian kamar pada malam tahun baru, saat ini terpantau masuk diangka 60%. Seperti tahun sebelumnya, okupansi hotel akan mencapai diangka 100% pada H-2 tahun baru. Punbgkasnya: “Untuk kamar yang menghadap Simpang Lima sudah terjual dari satu bulan lalu, okupansi akan mulai tinggi pada H-2 karena banyak tamu yang menginap lebih dari dua hari”. (Uti/Smr/Maritim)





