[15.25, 30/4/2026] Atun drakel bea: JAKARTA-MARITIM : Merupakan pelabuhan yang fasilitas dan operasional terlengkap serta terbesar di Indonesia. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), sebagai anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT/Subholing Pelindo Multi Teeminal) bagian dari Pelindo Group, menjadi kontributor utama pendapatan bagi induk usaha.
Budi Utoyo, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menjelaskan, triwulan I tahun 2026 PTP Nonpetikemas melalui Cabang Tanjung Priok . Memberikan kontribusi pendapatan sebesar 58,82 persen dan secara kinerja capaian throughput . Memberikan kontribusi signifikan sebesar 32,4 persen dari total throughput Triwulan I Tahun 2026 PTP Nonpetikemas.
Hal tersebut disampaikan Budi Utoyo, saat bincang-bincang santai bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub), yang melakukan kunjungan melihat langsung operasional, kinerja Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu 29 April 2026.
Bicara soal masalah menurut Budi Utoyo, sebagai pelabuhan seluas 3.416 Ha, dengan lahan penampungan yang hanya 16 Ha. Tentu saja masalah selalu ada, silih berganti dengan kapasitas berbeda-beda. Dimana, masalah-masalah yang tak putus itu harus dihadapi dan dselesaikan. Tentunya dengan solusi, yang harus tuntas agar tidak menjadi benang kusut dikemudiannya.
Dengan berbagai penanganan operasional oleh manajemen, Pelabuhan Tanjung Priok bisa menghasilkan kinerja yang positif.
Dimana capaian secara SPMT Group, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok catatkan kinerja yang impresif dengan throughput mencapai 4,03 juta ton/m³, atau setara 14 persen dari total throughput dari layanan multi terminal secara group sebesar 27,64 juta ton/m³.
Perbandingan secara year-on-year (YoY), mencapai kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.03 juta ton. Lonjakan ini terutama ditopang , oleh dominasi peningkatan komoditas Curah Kering sebesar 1,41 juta ton.
Realisasi throughput Cabang Tanjung Priok lanjutnya, hingga Triwulan I 2026 menjadi bukti konsistensi manajemen dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
“Dengan hasil di atas target, Tanjung Priok semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak kinerja PTP Nonpetikemas,” ujar Budi Utoyo, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok.
Sebagai sosok yang menahkodai Pelabuhan Cabang Tanjung Priok selama enam tahun , Budi Utoyo mengatakan, ini merupakan fondasi utama pencapaian throughput nasional.
“Kami terus meningkatkan layanan multipurpose melalui optimalisasi produktivitas, penerapan sistem digital PTOS-M dan pemutakhiran fasilitas. Didukung SDM yang tersertifikasi, kami yakin Tanjung Priok akan terus menjadi rujukan operasional di industri kepelabuhanan,” ujar Budi Utoyo.
Untuk capaian kinerja T/S/D yang kompetitif di level SPMT Group. Pada segmen General Cargo, Cabang Tanjung Priok menempati peringkat pertama hingga triwulan satu, dengan realisasi kumulatif 4.024 atau sekitar 130 persen dari target sebesar 3.097, menjadikannya kontributor utama pada lini ini.
Selain capaian trafik, Cabang Tanjung Priok juga mencatat perbaikan signifikan dalam produktivitas bongkar muat, yang berkontribusi pada capaian kinerja konsolidasi PTP Nonpetikemas.
Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang efisien, aman, dan kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simpul utama distribusi logistik.
Pertumbuhan ini mencerminkan kuatnya peran PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok sebagai pilar utama operasional, yang didukung oleh kesiapan infrastruktur, kelengkapan fasilitas, serta keandalan layanan dalam menangani beragam komoditas.
Dengan kinerja tersebut, PTP Nonpetikemas optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan terus memperkuat kontribusinya bagi kinerja perusahaan dan juga SPMT Group secara berkelanjutan.
PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok mengoperasikan terminal multipurpose yang melayani berbagai macam komoditi General Cargo, Curah Kering, Curah Cair, Bag Cargo, Unitized dan Hewan.
Komoditi General Cargo antara lain Steel Product, Pulp dan Barang Konstruksi. Komoditi Curah Kering antara lain Pasir, Batubara. Raw Sugar, Semen, dan Pupuk. Sedangkan untuk Curah Cair komoditi yang ditangani adalah CPO dan turunannya, dan untuk Unitized dan Hewan komoditi yang ditangani adalah Alat berat, Mobil, Motor dan Hewan Sapi.
PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok memiliki fasilitas panjang dermaga untuk Wilayah 1 yaitu 1.639 meter dengan kedalaman maksimal -7 MLWS dan Wilayah 2 yaitu 1.675 meter dengan kedalaman maksimal – 12 MLWS, selain itu PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok memiliki luas lapangan penumpukan sebesar 158.342 M² dan Gudang penumpukan sebesar 26.191 M².
Untuk menunjang keberlangsungan kegiatan Bongkar Muat, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga memiliki fasilitas peralatan yang tersedia diantaranya 11 unit GLC, 8 unit Hopper, 8 unit Grab, 1 unit forklift 7 ton, dan 9 unit jembatan timbang. (Rabiatun)





