Pandemi Covid-19, BRI Syariah Bisa Tingkatkan Laba Jadi Rp.17,15 Milyar Meningkat 150 Persen

JAKARTA–MARITIM : Dampak pandemi covid-19 terhadap kinerja perbankan, khusus syariah belum berpengaruh signifikan. Bahkan PT Bank BRIsyariah, Tbk mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 milyar di triwulan I 2020, atau meningkat sebesar 150 persen dibandingkan triwulan I 2019 (you).

Mengutip konprensi pers pemaparan kinerja keuangan triwulan I BRI Syariah yang digelar secara online, Selasa (5/5) yang diikuti tabloidmaritim.com, Kokok Alun Akbar Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah, menjelaskan, dengan meningkatnya laba tersebut mengantarkan posisi aset perusahaan menjadi Rp42,2 miliar. Angka ini meningkat 9,51 persen, dibanding triwulan I tahun 2019.

Peningkatan laba yang sangat signifikan ini, menurut Alun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah pada triwulan I 2020 yang disokong oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh 49,74 persen (yoy). Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.

Faktor yang mendukung laba yaitu CASA BRIsyariah . Masing-masing kata Alum, tabungan payroll yang tumbuh 46 persrn (yoy) dari Rp429,6 milyar pada triwulan I 2019 menjadi Rp627,2 milyar. Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRIsyariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan pemilihan pasar secara selektif. Melalui peningkatan tabungan payroll membuka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan salary based financing.

“Ini juga merupakan strategi pemilihan bisnis yang memiliki daya tahan lebih tinggi pada saat pandemi. Karena cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini beresiko lebih rendah,” jelas Alun.

Secara rinci dijelaskan, pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah di triwulan I 2020 mencapai 34,28 persen (yoy), juga pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51 persen (yoy). Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah menjadi sebesar Rp30,45 T dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 T.

Lebih lanjut menurut Alun , pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71 persen (yoy). Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar 8,94 triliun, tumbuh 31,6 persen (yoy). Sedangkan pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55 persen (yoy), tercatat sebesar Rp42,2 milyar, meningkat 9,51 persen dibandingkan triwulan I 2019. “Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah menjadi sebesar Rp30,45 T”, jelas Alun. (Rabiatun)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *