Dari Seminar ITL Trisakti Survei dan Pemetaan Laut Asset Bangsa yang Perlu Dijaga

JAKARTA-MARITIM : Kegiatan survei dan pemetaan laut merupakan suatu fondasi kokoh dalam kegiatan transportasi maritim di Indonesia. Terutama untuk menuju visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, kegiatan survei dan pemetaan laut bagi dunia maritim di Indonesia adalah sangat penting.

Asisten Operasi, Survei dan Pemetaan Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) TNI AL, Laksamana Pertama Dyan Primana Sobarudin MSc, mengatakan itu dalam satu seminar bertajuk “Peran Transportasi Laut di Indonesia Sebagai Negara Maritim Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Laut (HML) Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, di Jakarta, baru-baru ini.

Pada kegiatan seminar tersebut hadir pula beberapa pembicara pada keahliannya masing-masing, seperti Direktur Utama PT Pelindo Terminal Peti Kemas Teluk Lamong, David Pandopotan Sirait MM Tr MBA, Ketua Umum PRAMARIN, Dr Capt H Datep Purwa Saputra MM dan Staf Madya III Divisi Operasi, Capt Farah Dewi Kartika Sari S.si.T M.Mar.

Acara yang berlangsung di Auditorium ITL Trisakti tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Wakil Rektor III ITL Trisakti, Dr Aang Gunawan, yang sekaligus memberikan sambutan dan membuka seminar mewakili Rektor ITL Trisakti.

Tampak hadir pula Kepala Peminatan Manajemen Transportasi Laut, Esterlinus Edwin Lermatan MM Tr, Kepala Bidang Unit Pembinaan Mahasiswa, Otto Sugiharto Prakoso MM, para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggI.

Di sisi lain, HML sukses menggelar seminar sekaligus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan keilmuan dan wawasan mahasiswa. Di mana tujuannya adalah untuk menggali lebih dalam peran strategis transportasi laut dalam pembangunan Indonesia sebagai negara maritim yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Asset bangsa

Laksma Dyan Primana Sobarudin menilai, survei dan pemetaan laut perlu dijaga, karena ini merupakan asset laut nasional sekaligus sebagai kekayaan bangsa.

“Sebab itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui TNI AL adalah melakukan survei dan pemetaan laut. Di mana kegiatan survei dan pemetaan ini menjadi bagian yang sangat mendasar dan penting untuk kelancaran aktivitas transportasi maritim dalam berbagai aspek, baik komersial maupun pertahanan dan keamanan nasional,” ujarnya.

Sedangkan David Pandopotan Sirait – dengan makalah berjudul “The Role of Marine Transportation in Indonesia As a Maritime Country Towards Indonesia Emas 2045” – menjelaskan kunci utama dalam pengelolaan pelabuhan laut diperlukan adanya profesionalisme dan tanggung jawab besar untuk meningkatkan mutu layanan pelabuhan di Indonesia agar tercapai visi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mencapai mimpi Indonesia Emas 2045, pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perekonomian perlu terus melakukan peningkatan kinerja, inovasi dan teknologi serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten,” tekannya.

Narasumber pada sesi kedua tampil Capt Farah Dewi Kartika Sari. Menurutnya – dalam paparan berjudul “Infrastruktur Kepelabuhanan” – pentingnya soal pembangunan infrastruktur pelabuhan dalam mendukung pelayanan prima dan berkelanjutan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

Pasalnya, ungkapnya, pelayanan pelabuhan menjadi isu yang sangat penting dalam menjaga daya saing perekonomian nasional. Karena itu, setiap pelabuhan harus memiliki standarisasi pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah maupun internasional, yaitu IMO yang memandatkan melalui berbagai ketentuan seperti SOLAS, Marpol, ISM Code, ISPS Code dan STCW Convention.

“Kenapa? Sebagai negara maritim terbesar, Indonesia tentunya harus mampu untuk memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam semua aspek pelayanan fasilitas pelabuhan laut mulai dari layanan pemanduan dan penundaan kapal, pelayanan bongkar muat dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum PRAMARIN, Datep Purwa Saputra – yang membawakan materi berjudul “Prospek Shipping Business Menuju Indonesia Emas 2045” – melihat bahwa prospek bisnis pelayaran nasional menuju Indonesia Emas 2024 masih menjanjikan dan sangat baik untuk kemajuan bangsa sebagai negara maritim terbesar di dunia.

Sebab, sambungnya, negara Indonesia memiliki potensi laut yang luar biasa. Sehingga bisnis pelayaran memiliki prospek yang sangat menjanjikan, dukungan pemerintah melalui regulasi, letak geografis sebagai poros maritim, dan ketersediaan SDM menjadi modal dasar untuk membangun bisnis pelayaran tersebut.

“Terkait itu, kita perlu melakukan penguatan dari semua aspek, khususnya penguatan sektor pendidikan seperti yang sedang dilakukan di kampus ITL Trisakti ini. Ada proses pembentukan SDM unggul Transportasi Maritim. Di sisi bisnis pelayaran perlu terus melakukan inovasi dan transformasi bisnis yang efektif dan efisien, kolaborasi antar pemangku kepentingan baik sektor pengusaha dan operator pelayaran, operator pelabuhan, pengusaha jasa logistik pelabuhan, dan pemerintah selaku regulator. Ini sangat penting sehingga tercipta ekosistem transportasi laut yang sehat,” tutur Datep.

Dia berharap, seminar ini mampu memberikan wawasan yang mendalam dan relevan pada mahasiswa untuk menambah pengetahuan yang tidak didapatkan di kelas. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya transportasi laut dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia di masa depan. Sekaligus juga peran dan kesiapan mereka sebagai generasi penerus bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutan mewakili Rektor, Dr Aang Gunawan, menyatakan pada para mahasiswa mengenai pentingnya terlibat aktif dalam kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah pada prestasi akademis dan pengembangan diri mereka.

“Setiap kegiatan kampus, kami berharap mahasiswa mampu terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif pada penilaian akademis. Kita harus belajar melalui kegiatan akademik dan non-akademik yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun ITL Trisakti. Salah satunya adalah melalui kegiatan seminar seperti ini,” pintanya.

Aang juga menambahkan, para mahasiswa tidak hanya mempelajari pengembangan kepemimpinan dan keorganisasian kemahasiswaan semata. Tuntutan perguruan tinggi saat ini lebih dari itu. Karena saat ini mahasiswa diharapkan dapat mendalami kepemimpinan yang mendukung bidang keilmuan mereka. Kami menghadirkan banyak narasumber hebat pada seminar ini yang ilmunya dapat diserap, dikembangkan, dan didukung dengan bimbingan karir yang disediakan oleh ITL Trisakti,” tutup Aang. (ITL Trisakti/Muhammad Raya)

Related posts