JAKARTA-MARITIM : Sebagai negara kepulauan, mobiltas transportasi masyarakat Indonesia antar moda, khususnya angkutan laut dalam hal ini kapal, baik penyeberangan maupun samudra. Jadi tumpuan sarana mobilitas masyarakat, berpindah dari satu wilayah ke daerah lainnya.
Sementara mudik lebaran, utamanya Idul Fitri bagi masyarakat muslim Indonesia menjadi tradisi yang penuh makna. Karena akan bertemu dengan keluarga yang ditinggal merantau.
Seiring dengan meningkatnya perjalanan masyarakat , transportasi penyeberangan, jadi salah satu moda penting penghubung dari satu wilayah keberbagai pulau yang tersebar di Indonesia. Menurut Ditektur Operasional dan Transformasi PT Angkutan Sungai Danau dan Pantai (ASDP) Persero Rio Lasse, sebagai penyedia transportasi penyeberangan. Dalam pelayanan, setiap tahun terus ditingkatkan.
Mengingat, mobilitas masyarakat yang memamfaatkan transportasi penyeberangan terus meningkat.
Menyinggung tentang peningkatan mobilitss masyarakat, menggunakan angkutan penyeberangan, Rio Lasse mengatakan, pihsk ASDP telah mengantisipasi melalui kesiapan operasional yang matang. Agar layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.
Dikatakan, periode angkutan lebaran merupakan moment penting bagi layanan penyeberangan, karena meningkatnya mobilisasi masyarakat.
“Kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan armada hingga kualitas fasilitas dan layanan di pelabuhan,” jelas Rio saat memaparkan kesiapan ASDP dalam memastikan kelancaran layanan selama periode Lebaran Idul Fitri 2026, dan media gathering bersama media, Kamis 12 Maret 2026 .
Ia menambahkan secara nasional, ASDP melayani 420 lintasan penyeberangan. Masing-masing 91 lintasan komersial dan 229 perintis, yang didukung 222 kapal. Beroperasi melalui 37 pelabuhan, yang dikelola 27 cabang.
Lebih jauh dijelaskan, angkutan lebaran 2026 pergerakan masyarakat melalui layanan diproyeksikan mencapai 5,8 juta penumpang. Jumlah ini meningkat 9,4 persen, utamanya di 15 lintasan yang menjadi pantauan nasional.
Lintasan yang dipantau secara nasional ini menurut Rio, merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik.
Lintasan tersebut meliputi Merak-Bakauheni, Ciwandan-Wika Beton, Bojonegoro-Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padang Bai-Lembar, Jangkar-Lembar, Kayangan-Pototano, Kariangau-Penajam, Bajoe-Kolaka, Hunimua-Waipirit, Bira-Pamatata Bitung-Ternate, Ajibata-Ambarita, Telaga-Punggur-Tanjung Uban, Tanjung Api Api-Tanjung
Kalian serta Nias-Sibolga. (Rabiatun)





