JAKARTA-MARITIM : Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, terus berusaha mengurangi angka kecelakaan jalan raya, pada setiap libur lebaran, Idul Fitri maupun Natal Tahun Baru, dengan membuka program mudik motor grstis.
Program Motis libur Lebaran Idul Fitri 2026, kembali dibuka Ditjen Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kementerian Perhubungan , dengan menyediakan sekitar 28 ribu tiket penumpang kereta api gratis serta kuota pengangkutan lebih dari 11 ribu sepeda motor bagi masyarakat yang ingin mudik dengan lebih aman.
“Motis ini adalah angkutan motor gratis di mana masyarakat bisa menitipkan sepeda motornya menggunakan kereta api sehingga tetap bisa mudik membawa motor, tetapi lebih aman, lebih nyaman, lebih tepat waktu dan tentu saja gratis,” kata Arif.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arif Anwar saat melepas keberangkatan program Motis perdana mudik Indul Fitri 2026, mengatakan, program Motis merupakan agenda rutin pemerintah yang digelar setiap tahun untuk mengurangi risiko perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah, dalam menyediakan alternatif transportasi yang lebih aman bagi masyarakat.
“Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah karena setiap tahun jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor sangat besar,” kata Arif di stasiun Pasar Senen, Jumat 13 Maret 2026.
Dikatakan, melalui skema Motis, masyarakat dapat mengirimkan sepeda motornya menggunakan kereta api barang. Kemudian pemiliknya melakukan perjalanan, menggunakan kereta penumpang secara gratis.
Setiap satu sepeda motor yang didaftarkan lanjutnya,:akan mendapatkan fasilitas dua tiket kereta api gratis bagi penumpang serta tambahan satu tiket bagi anak di bawah usia tiga tahun.
“Satu sepeda motor akan kami fasilitasi, dua tiket gratis untuk penumpangnya dan boleh ditambah satu infant,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan soal pendaftaran program Motis dijelaskan, telah dibuka sejak awap Maret hingga 29 Maret 2026 melalui laman nusantara.kemenhub.go.id. Maupun secara langsung di sejumlah stasiun, yang melayani pendaftaran. Adapun periode keberangkatan untuk arus mudik dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 19 Maret 2026, sementara arus balik akan dilaksanakan pada 24 hingga 30 Maret 2026.
Program Motis Lebaran 2026 juga mengalami perluasan layanan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya tersedia dua jalur perjalanan, yakni lintas utara dan lintas tengah, tahun ini pemerintah menambahkan jalur selatan untuk menjangkau lebih banyak pemudik.
“Program Motis di tahun 2026 ini ada tiga jurusan. Biasanya hanya dua, yaitu jalur utara dan tengah. Tahun ini kami menambah jalur selatan,” ujar Arif.
Sedangkan untuk lintas utara, sepeda motor akan diangkut dari Stasiun Jakarta Gudang menuju Cepu, sementara penumpang dapat naik dari sejumlah stasiun seperti Pasar Senen hingga stasiun-stasiun di sepanjang jalur tersebut.
Jalur tengah melayani rute Jakarta Gudang menuju Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta, sedangkan jalur selatan diperpanjang hingga Stasiun Madiun dengan melewati Bandung.
“Motis selatan itu juga dari Jakarta Gudang, lewat Cikampek, kemudian ke Kiaracondong di Bandung, lalu Kroya, Kutoarjo, Lempuyangan, sampai dengan Madiun. Tahun kemarin hanya sampai Lempuyangan, tahun ini kami tambah sampai Madiun,” kata Arif.
Sejumlah stasiun juga disiapkan untuk melayani proses pendaftaran dan keberangkatan, antara lain Stasiun Jakarta Gudang, Tangerang, Bekasi, Depok Baru, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Kroya, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, Purwosari, hingga Madiun.
Peserta yang telah mendaftar secara daring diwajibkan melakukan verifikasi di posko stasiun yang dipilih agar data pendaftaran tidak terhapus secara otomatis. Selain itu, sepeda motor harus diserahkan ke stasiun penunjang dua hari sebelum jadwal keberangkatan, atau satu hari sebelumnya untuk stasiun tertentu.
Program ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran, mengingat jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor masih sangat besar setiap tahunnya.
Diperkirakam, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 24,08 juta orang.
“Motis ini adalah angkutan motor gratis di mana masyarakat bisa menitipkan sepeda motornya menggunakan kereta api sehingga tetap bisa mudik membawa motor, tetapi lebih aman, lebih nyaman, lebih tepat waktu dan tentu saja gratis,” kata Arif. (Rabiatun)





