Jakarta –Maritim (8 Juli 2026) : Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Jakarta Utara melakukan audiensi ke Kantor DPW ALFI DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong perbaikan sistem logistik serta peningkatan daya saing kawasan Jakarta Utara.
Pertemuan tersebut berdiskusi terkait sejumlah isu strategis, di antaranya penanganan kemacetan di kawasan pelabuhan dan akses logistik, pengembangan buffer area sebagai kawasan penyangga operasional truk, Terminal Booking System (TBS), serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor logistik.
Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim, SE., CPSCM, menyampaikan bahwa sinergi antara asosiasi dan dunia usaha merupakan kunci dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan logistik di Jakarta Utara.
“ALFI DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan KADIN Kota Jakarta Utara dalam memberikan masukan dan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan. Pengembangan buffer area, optimalisasi Terminal Booking System, serta peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing,” ujar Adil Karim.

Ketua KADIN Kota Jakarta Utara, Arief Dharmawanto, S.T., M.M., menegaskan bahwa KADIN Jakarta Utara akan terus membangun komunikasi dengan berbagai asosiasi yang terkait Logistik dan Kepelabuhan ada di Jakarta Utara.
“Permasalahan kemacetan dan logistik di Jakarta Utara membutuhkan solusi yang terintegrasi. KADIN Jakarta Utara siap menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha, asosiasi, dan pemerintah agar berbagai masukan yang dihasilkan dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi kemajuan Jakarta Utara,” kata Arief Dharmawanto.
Sementara itu, Capt. Andry Christanto SE.MM, Wakil Ketua Bidang Transportasi dan Logistik KADIN Kota Jakarta Utara, menambahkan bahwa peningkatan efisiensi logistik harus dilakukan melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.
“Penerapan Terminal Booking System yang optimal, didukung pengembangan buffer area serta pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku logistik, akan menjadi langkah penting dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan kelancaran distribusi barang, serta memperkuat daya saing logistik Jakarta Utara sebagai kawasan pelabuhan utama nasional,” ungkap Capt. Andry.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara KADIN Kota Jakarta Utara dan DPW ALFI DKI Jakarta untuk menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang mendukung kelancaran logistik, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta Utara.
Dorong Buffer Area
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Jakarta Utara mendorong terwujudnya sistem buffer area bagi trailer yang melakukan kegiatan di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, produktivitas dan keselamatan angkutan peti kemas/barang di wilayah Jakarta Utara. Demikian dikatakan Arief Dharmawanto, Ketua KADIN Jakarta Utara kepada pers di Tanjung Priok, Selasa (07/07).
Menurut Arief, buffer area tersebut diharapkan dapat segera diwujudkan melalui kerja sama antara KADIN DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta dan asosiasi usaha terkait yang melakukan kegiatan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kami akan mendorong agar buffer area di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dapat diwujudkan melalui KADIN DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta. Sebab, Pemprov DKI masih memiliki lahan cukup luas (sekitar 4-5 hektar) di Cilincing yang masih bisa dimanfaatkan” kata Arief usai beraudiensi dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kunjungannya ke DPW ALFI DKI Jakarta, Ketua KADIN Kota Jakarta Utara didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Wakil Ketua Bidang Transportasi dan Logistik, Wakil Ketua Bidang Keuangan dan beberapa Komite Tetap. Sedangkan Pihak DPW ALFI DKI Jakarta hadir Ketua Umum Adil Karim, Sekretaris Fauzan A Musa, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Rifan Zamroni,Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Pergudangan Ahmad Sugiono, Bendahara Ferry Armanda dan Sekretaris Eksekutif Budi Wiyono.
Selain hal-hal di atas, dalam pertemuan tersebut KADIN Kota Jakarta Utara dan DPW ALFI DKI Jakarta membahas permasalahan utama yang dihadapi Kota Administratif Jakarta Utara seperti masalah bahan bahar minyak (BBM) untuk trailer, kemacetan lalu lintas, peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Wakil Ketua KADIN Kota Jakarta Utara Bidang Transportasi dan Logistik Andry Kristanto menambahkan bahwa keberadaan buffer area bagi trailer diharapkan bisa mengatasi kemacetan di wilayah Jakarta Utara, meningkatkan produktivitas angkutan peti kemas/barang di Pelabuhan Tanjung Priok dan menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menghilangkan parkir liar trailer di Jakarta Utara.
“Bahkan bagi Pemerintah Kota Jakarta dan Provinsi DKI Jakarta dengan adanya buffer area tersebut dapat memberikan pendapatan asli daerah. Pendapatan daerah bisa mencapai miliaran rupaih dan UMKM di wilayah ini juga bisa berkembang bila memanfaatkan buffer area tersebut nantinya,” kata Andry.
Wakil Ketua Bidang Organisasi KADIN Kota Jakarta Utara, M. Juprie, menambahkan bahwa keberadaan buffer area juga bisa dilengkapi dengan SPBU khusus untuk trailer yang melakukan kegiatan di wilayah Jakarta utara, kehususnya di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga antrean truk di SPBU yang ada di Jakarta Utara tidak menimbulkan kemacetan.
Soal Buffer Area, Adil Karim, berharap kepada KADIN Kota Jakarta Utara, melalui KADIN DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara serta Pemprov DKI Jakarta dapat mendorong terwujudnya buffer area tersebut.
“ALFI DKI Jakarta dan KADIN kota Jakarta Utara maupun bersama KADIN DKI Jakarta siap bekerjasama untuk mewujudkan buffer area tersebut. Namun buffer area tersebut tidak sebagai tempat parkir, tapi tempat transit trailer menunggu waktu yang ditentukan pihak Terminal untuk menaikkan peti kemas ke atas kapal. Istilah yang populer di dunia logistik dinamakan Terminal Booking System (TBS),” katanya.
Menurut Adil, buffer area tersebut harus memiliki sistem yang terintergrasi dengan sistem di Bea Cukai dan Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga lalu lintas trailer di dalam terminal dan di luar terminal dapat terkontrol, teratur, tertib dan lancer.
Namun untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta Utara, kata Adil, tidak cukup membangun buffer area sebagai TBS, tetapi Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara memperbaiki tata ruang, terutama untuk Lokasi pool kendaraan truk, depo peti kemas kosong maupun depo peti kemas isi serta menata jalu lalu lintas trailer.
Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi SDM, menurut Adil, ALFI telah memiliki lembaga pelatihan Bernama ALFI Institute yang menggunakan modul standar internasional dari UN-ESCAP, untuk Tingkat basic freight forwarding, intermediate freight forwarding, FIATA Diploma. Selain itu, lanjutnya, ALFI bersama ASDEKI dan APTRINDO juga memiliki lembaga sertifikasi kompetensi bernama LSP Logistik Insan Prima.***415-Hbb





