Maritim – Jakarta, 15 Agustus 2026 : Ketika bumi berguncang, keselamatan menjadi jangkar utama. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh langkah operasional penyeberangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan secara terukur pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8).
Gempa utama terjadi pukul 04.58 WIB dan berpusat di laut utara Flores. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan tidak terdapat kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat 235 gempa susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2, sehingga masyarakat tetap diimbau tenang dan waspada.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan pers (15/8/2016) menegaskan keselamatan kapal, pelabuhan, pengguna jasa, dan seluruh personel merupakan prioritas utama perusahaan. “Dalam kondisi pascagempa, keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum layanan berjalan normal. Kami terus memantau kapal, pelabuhan, dan kondisi perairan serta berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, KUPP, dan seluruh stakeholder. Setiap keputusan operasional diambil berdasarkan kondisi aktual dan informasi resmi otoritas berwenang,” ujar Heru.
Sebagai langkah mitigasi, sejumlah kapal diarahkan berlindung di lokasi aman hingga kondisi dinilai memungkinkan. KMP Sangkepalangga yang berlayar dari Jampea menuju Marapokot terpantau aman. KMP Komodo dan KMP Cucut yang sebelumnya berlindung di sekitar Pulau Monyet juga aman. Setelah pemantauan, KMP Komodo melanjutkan perjalanan menuju Rinca pukul 13.30 WITA, sementara KMP Cucut menuju Sape pukul 14.30 WITA. KMP Cakalang telah berlayar menuju Pelabuhan Waikelo.
Kondisi kapal dan pelabuhan di Bajoe serta Baubau juga terpantau aman. Di Kupang, KMP Ile Ape sebelumnya berlindung sebagai langkah kehati-hatian, kemudian diberangkatkan pukul 07.00 WITA melayani lintasan Kewapante–Pemana pulang pergi, menyesuaikan kondisi lapangan.
ASDP juga memverifikasi kondisi fasilitas pelabuhan, termasuk Pelabuhan Maumere, bersama Regional, Cabang, dan stakeholder terkait untuk memastikan kelayakan fasilitas dan keselamatan sebelum layanan normal.
Mitigasi dan Pemantauan
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa mekanisme mitigasi dan pemantauan dijalankan secara berjenjang agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami memahami masyarakat membutuhkan kepastian informasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi terus diperkuat. Jika kondisi mengharuskan penyesuaian atau penghentian sementara layanan, ASDP akan mengambil langkah tersebut dengan mengutamakan keselamatan,” jelas Windy.
ASDP mengimbau pengguna jasa tetap tenang dan waspada, memastikan informasi perjalanan terkini, mengikuti arahan petugas, serta memantau informasi resmi BMKG dan kanal komunikasi ASDP.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen ASDP menghadirkan layanan tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
“ASDP akan terus memeriksa fasilitas dan sarana operasional serta memperkuat koordinasi, agar layanan dapat berjalan optimal sesuai kondisi lapangan dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tutup Windy. ***415hbb





