Maritim -Padang, : Bagi para nelayan, penglihatan yang baik bukan sekadar membantu melihat lebih jelas, tetapi menjadi bekal utama untuk mencari nafkah sekaligus menjaga keselamatan saat mengarungi lautan. Berangkat dari kepedulian atas kebutuhan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan Program Operasi Katarak Gratis bagi masyarakat pesisir yang diresmikan di Semen Padang Hospital, kemarin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi ASDP bersama Pemerintah Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota Padang, dan Semen Padang Hospital. Sebanyak 20 nelayan di Kota Padang memperoleh layanan operasi katarak secara gratis sebagai upaya memperluas akses kesehatan mata bagi masyarakat pesisir yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan sebagai BUMN yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, ASDP memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan transportasi penyeberangan yang andal, tetapi juga melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari sejauh mana kami mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian ASDP untuk menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih merata sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir,” ujar Heru.
Pelaksanaan program dirancang secara menyeluruh agar setiap penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang optimal. Mulai dari proses pendataan, pemeriksaan kesehatan mata (screening), tindakan operasi, hingga kontrol pascaoperasi dilakukan secara terpadu untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik sehingga para nelayan dapat kembali beraktivitas dengan aman dan produktif.
Masyarakat Pesisir
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa kesehatan mata memiliki peran yang sangat penting bagi para nelayan. Gangguan penglihatan akibat katarak tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan kerja serta berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat pesisir memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen ASDP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 10 Mengurangi Kesenjangan, melalui perluasan akses layanan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan,” jelas Windy.
Komitmen tersebut sejalan dengan pandangan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, yang menilai kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi nelayan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sumatera Barat.
Sebagai penghubung antarpulau, ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada penciptaan nilai bersama. Bagi ASDP, membangun konektivitas tidak hanya berarti menghubungkan wilayah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.**Tim





