JAKARTA-MARITIM : Melalui penyelenggaraan Digital Financial Innovation Day (OJK Digination Day) 2026 Kamis 26 Agustus 2026, menjadi forum strategis. Mempertemukan regulator, pemerintah, parlemen, industri, investor, akademisi, dan masyarakat. Dalam mendorong pengembangan keuangan digital yang inovatif, aman, berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.
Demikian disampaikan, Kepala Eksekutif Pengawas IAKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso, pada pembukaan OJK Digination Day 2026, di Hotel Ritz Carton.
OJK Digination Day Tahun 2026 , menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat orkestra ekosistem keuangan digital nasional yang berdaya saing, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara regulasi yang adaptif, inovasi yang bertanggung jawab, dan pelindungan konsumen yang kuat.
Dikatakan, OJK memdorong agar transformasi digita sektor keuangan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
“OJK Digination Day 2026, kami hadirkan bukan sebagai seremonial tahunan. Tetapi sebagai ruang kerja bersama untuk regulator, industri, akademisi, dan pembuat kebijakan.Untuk bertemu berdiskusi , untuk menyelaraskan arah dan masa depan sektor keuangan digital Indonesia. Forum ini juga menjadi ruang untuk menguji ganggasan dan memastikan diskusi menghasilkan dampak nyata,” kata Ad.
Lanjutnya, peningkatan kualitas literasi keuangan dan kecerdasan finansial, sektor keuangan akan menjadi salah satu tonggak utama untuk Indonesia yang maju dan sejahtera.
Ke depan, OJK akan memusatkan arah pengembangan IAKD, pada tiga agenda utama, yaitu memperdalam ekosistem yang telah terbentuk (deepening), memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi (widening), serta memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko (safeguarding).
Ketiga agenda tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan RI Herman Saheruddin, Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Sigit Puji Santosa, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, asosiasi industri, akademisi, praktisi, dan penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan.(Rabiatun)





