Maritim, Banyuwangi : PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Penguatan dilakukan melalui optimalisasi armada dan pola operasi kapal guna mempercepat pergerakan kendaraan serta menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di Ketapang tercatat sekitar 3 kilometer, dengan ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung. Sementara di sisi Gilimanuk, antrean kendaraan tercatat sekitar 1,6 kilometer, dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP,Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan memahami bahwa kepadatan yang terjadi berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Untuk itu, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, serta aspek keselamatan pelayaran.
“Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak pada perjalanan masyarakat maupun pelaku logistik. Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan. Penggerakan armada menjadi salah satu upaya yang kami lakukan agar pergerakan kendaraan dapat lebih cepat terurai, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Heru.
Sebagai bagian dari langkah penanganan yang optimal, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9).
Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi–Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas. Pengaturan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan membantu mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi penting di tengah tingginya pergerakan pengguna jasa pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, tercatat 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah berhasil diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang, serta 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan berhasil diseberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto juga menjelaskan bahwa ASDP bersama para regulator KSOP dan BPTD terus mengoptimalkan jumlah kapal beroperasi per harinya dengan pola operasi hingga 8 trip.
“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa yang terdampak kondisi ini. Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” jelas Media.
Saat ini ASDP juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam pengaturan arus kendaraan menuju maupun keluar dari pelabuhan, sehingga pergerakan dapat berlangsung secara tertib dan aman.
ASDP mengimbau pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui Ketapang–Gilimanuk untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna jasa juga diharapkan tetap menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan.
Melalui penguatan armada, optimalisasi pola operasi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran layanan penyeberangan sekaligus memastikan konektivitas Jawa–Bali tetap berjalan maksimal bagi setiap pengguna jasa.**Tim





