Memitigasi dan Melindungi Nasabah, Kehadiran LPS Penting Bagi Masyarakat

Anak muda antusias hadir du Lampung Festival Financial 2026

BANDAR LAMPUNG-MARITIM: Sebagai tempat penyimpanan kekayaan publik, karenanya stabilitas perbankan harus tetap terjaga. Mengingat, perbankan adalah sumber pembiayaan terbesar bagi suatu negara .

“Juga perbankan sebagai fasilitator pembiayaan, yang berperan penting bagi perekonomian negara, “jelas Doddy Zulverdi, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, pakan lalu di arena Lampung Financial Festival (LFF 2026), yang menjelaskan mengenai pentingnya penjaminan simpanan bagi stabilitas perbankan.

Di hari kedua gelaran LFF 2026 ,antusiasme pengunjung yang mayoritas anak-anak muda masih tinggi. Terutama terlihat saat Doddy menyampaikan soal perbankan, Indonesia yang punya pengalaman buruk, terkait kondisi kegagalan fungsi bank yang terjadi pada 1997 silam.

Pengalaman berharga tersebut ,menjadi alasan adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan program penjaminannya untuk menjaga nasabah perbankan di Indonesia.

Menurutnya ada tiga peran penting perbankan untuk menjaga perekonomian. Yang pertama, perbankan adalah tempat menyimpan kekayaan publik. Kedua, perbankan adalah sumber pembiayaan terbesar bagi suatu negara dan yang ketiga, perbankan sebagai fasilitator pembiayaan

“Semisal ada salah satu dari tiga fungsi tersebut tidak berjalan, karena bank tidak bisa menyalurkan pembiayaan akibat ketiadaan dana. Lalu banyak pihak tidak mendapatkan kredit atau pembiayaan, maka ekonomi juga akan kolaps,” tambahnya.

Adapun, untuk Indonesia sendiri, fondasi ketahanan perbankan dan sektor keuangan yang kokoh, telah membangun kepercayaan masyarakat yang tervalidasi lewat intermediasi perbankan yang terus ekspansif.

Berdasarkan data terkini, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit konsisten tumbuh double digit sejak triwulan II-2026.

Kepercayaan ini didukung dari sisi kebijakan penjaminan yang juga kuat. Saat ini, penjaminan simpanan oleh LPS mencakup 99,94 persen rekening bank umum dan 99,97 persen rekening BPR/S.

Pesan Insperarif

Sesi berikutnya di hari kedua LFF 2026, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu , memberikan pesan Inspiratif bagi anak-anak muda, melalui alunan flute. Menyadur theme song film Jumbo ,yang sempat menjadi film terbanyak ditonton pada beberapa waktu lalu.

Pesan moral dari lagu dan film tersebut sangat dalam, dan tadi yang bahasa isyarat ketika saya bermain flute itu anak bernama Sani, siswi dari Sekolah Luar Biasa Fatmawati Jakarta.

“Nah dia punya prestasi, dia ini adalah binaan LPS jadi LPS bantu memberikan beasiswa bantuan karena prestasi dan kemauannya yang tinggi,” ujarnya.

Kepada anak-anak muda yang hadir, beliau juga berpesan, bahwa yang pertama, kalian para anak-anak muda harus terbang tinggi dan carilah sebanyak mungkin pengalaman yang bisa diraih. Kedua, harus bisa belajar dari yang diajarkan, karena jatuh pasti luka tapi harus bangkit. Dan Ketiga, kerja keras akan membawa hasil.

Setelahnya, para pengunjung LFF 2026 kompak berseru lagi, lagi, lagi.

Menyambut seruan tersebut, Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu kembali memainkan flute nya dan membawakan lagu Burung Camar, yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata dan Laskar Pelangi yang dipopulerkan oleh Nidji.

LPS Tingkatkan Literasi

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyatakan, tidak tertutup kemungkinan kalau event sejenis LFF ini akan berlanjut dan diperluas penyelenggaraannya di seluruh wilayah Indonesia.

“Ya memang nanti setiap tahun kita akan adakan. Soal tempat nanti kami harus evaluasi dulu, karena dasarnya adalah yang paling penting kita untuk meningkatkan literasi. Nanti kita cek dari daerah mana yang mungkin masih perlu kita upgrading, kita tingkatkan, itu yang akan kita lakukan. Dan apakah sama dengan seperti ini? Bisa iya, bisa juga nanti kita pakai metode yang lain,” ujar Farid. (Rabiatun)

Related posts