Kerjasama Garuda Indonesia BNN, Cegah Narkoba Untuk Dukung Keselamatan Penerbangan

Perkuat penyalahgunaan narkotika, Garuda Indonesia kerjasama dengan BNN. (Foto: Humas Garuda)

JAKARTA-MARITIM : Kesehatan, kewaspadaan, dan profesionalisme personel , merupakan bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab kepada penumpang.

“Menjauhi narkoba bukan hanya bentuk kepatuhan. Ini bagian dari integritas dan tanggung jawab kita sebagai insan Garuda Indonesia dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan membuka kerjasama Garuda Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, pekan lalu.

Read More

Kerjasama ini kata Glenny, untujk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi dan pemeriksaan urine terhadap lebih dari 100 pegawai, mencakup pilot, awak kabin, dan personel darat.

Kegiatan tersebut lanjutnys, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjaga kesiapan personel dan memperkuat budaya keselamatan penerbangan.

Dikatakan, hasil pemeriksaan urine melalui prosedur pemeriksaan acak (random check) pada kegiatan tersebut . Tidak menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkoba, pada pegawai yang diperiksa.

Pelaksanaan random check ini merupakan bagian dari konsistensi Garuda Indonesia dalam menjalankan pemeriksaan secara berkala selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba pada pegawai yang menjalani pemeriksaan.

Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Garuda Indonesia dalam meningkatkan pemahaman dan peran aktif pegawai untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa dan wajah Indonesia di udara, Garuda Indonesia memegang peranan penting dalam memastikan keselamatan penerbangan nasional,” ujar Kepala BNN.

Sesi sosialisasi ini diikuti ratusan insan Garuda Indonesia Group, mulai dari jajaran manajemen hingga personel operasional, untuk memperkuat pemahaman mengenai ancaman narkotika dan upaya pencegahannya di lingkungan kerja. (Rabiatun)

Related posts