
JAKARTA–MARITIM : Labuan Bajo yang masuk dalam program Pemerintah sebagai lima destinasi wisata Bali Baru, memerlukan berbagai pembenahan sebagai wilayah wisata diantaranya Bandar Udara Komodo, Manggarai Nusa Tenggara Timur, agar bisa didarati oleh pesawat berbody besar, langsung dari luar negeri. Tujuannya agar, Bandara Komodo bisa mendatangkan 4 juta penumpang setiap tahun, dari daya tampung yang sekarang 600 ribu.
Untuk pencapaian tersebut, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pihaknya telah menggandeng swasta mengembangkan Bandara Komodo. Investor yang dijaring melalui lelang , dan hasil seleksi Kementerian Perhubungan telah menetapkan, Konsersium Cardig Aero Service (CAS) menjadi pemenang lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Dari hasil lelang, kami telah menetapkan Konsorsium CAS sebagai badan usaha pemenang proyek Pengembangan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo. Konsorsium CAS beranggotakan PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi , dalam konferensi Pers, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan, Kamis (26/12).
Menteri Budi Karya menjelaskan, Proyek pengembangan bandara dengan skema KPBU dilakukan dalam rangka mendorong partisipasi badan usaha untuk turut serta membangun dan memberikan pelayanan infrastruktur transportasi di Indonesia yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Labuan Bajo yang menjadi salah satu dari 5 “Bali Baru” yang tengah disiapkan Pemerintah menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Selain itu, KPBU menjadi suatu cara pembiayaan alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan anggaran terhadap APBN, di tengah anggaran APBN yang terbatas, sementara di sisi lain kebutuhan pembangunan infrastruktur terus meningkat, mengingat konektivitas merupakan urat nadi dari Indonesia yang menghubungkan seluruh pulau-pulau di Indonesia dan dapat meningkatkan perekonomian dan daya saing bangsa.
Bicara tentang investasi Menteri Budi Karya mengatakan,keterlibatan investor asing seiring dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kinerja dari infrastruktur dalam pengembangan Bandar Udara Komodo. Diantaranya , guna mencapai kapasitas penumpang Bandar Udara hingga 4 juta orang dalam waktu kurang dari 10 tahun. “Bagi Pemerintah, bagaimana bandara ini bisa menjadi konektivitas nasional dan internasional, menjadi tujuan wisata agar turis bisa lebih banyak,”tuturnya seraya menambahkan,pemerintah menargetkan perpanjangan runway dari 2.400 meter menjadi 2.750 meter dalam kurun waktu dua tahun.
Artinya, Budi mengatakan, pesawat dengan skala menengah seperti Airbus A300 yang menjangkau Cina dan Jepang, bisa langsung mendarat di Labuan Bajo. Pengembangan ini ditargetkan bisa rampung maksimal dua tahun. Dalam hal ini ditargetkan, dalam kurun waktu satu tahun diharapkan Bandar Udara Komodo sudah memberikan atmosfer yang baru. Sementara, penambahan kapasitas dari terminal sendiri diproyeksikan paling lama rampung dalam waktu lima tahun. (Rabiatun)





