JAKARTA-MARITIM : Upaya untuk mulai melepaskan diri dari ketergantungan terhadap impor komponen kapal – yang saat ini diperkirakan masih mencapai 80% lebih – terus dilakukan oleh berbagai pihak dan kalangan serta pemerintah.
Salah satu langkah yang kini telah menjadi “jembatan emas” bagi penetrasi terhadap produk komponen kapal impor itu, adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI). Lima komponen kapal nasional telah resmi mengantongi sertifikat dari PT BKI, pada acara seremoni penyerahan sertifikat produk komponen perkapalan nasional, Rabu (21/5).
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Tanker, Lantai 12, Kemenperin, Jakarta, menyatakan lima komponen kapal nasional tersebut telah resmi mengantongi sertifikat dari PT BKI. Kelima komponen kapal tersebut – dari kegiatan program bimbingan teknik (bimtek) ke 1 hingga ke 5 – adalah PT Hasgara Cipta Gusana (produk Anti Fouling System) dengan jenis sertifikat Type Approval dan PT Logamindo Sarimulia (produk Valve LM 53 KS 80) dengan jenis sertifikat Design Approval.

Tiga perusahaan lainnya yang menerima sertifikat dari PT BKI, adalah PT Jembo Cable Tbk (produk Kabel PV – HI Z2Z2-K) dengan jenis sertifikat Type Approval, PT Neo Indo Electrik (produk Electric Heater) dengan jenis sertifikat Type Approval dan CV Aneka Teknik Utama (produk Manhole) dengan jenis sertifikat Design Approval.
Sementara sebelumnya dilakukan penandatanganan dokumen MoU oleh masing-masing pihak, yaitu Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP), Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Operasi PT BKI, Rochmat Benny Susanto dan Ketua Umum PIKKI, Eki Komaruddin.
Kemudian dilanjutkan testimoni dan feedback dari perusahaan yang telah menerima sertifikasi, peluncuran website PIKKI dan sertifikat keanggotaan PIKKI serta pengenalan struktur pengurus baru PIKKI.
Industri komponen mampu
Dirjen ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, yang diwakili Mahardi Tunggul Wicaksono, mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi yang tinggi pada PIKKI dan seluruh anggotanya atas komitmen dalam peningkatan mutu dan daya saing industri komponen kapal nasional. Pemberian sertifikat ini bukan hanya simbol pengakuan terhadap kualitas, tapi juga bukti konkret bahwa industri kita mampu memenuhi standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kemenperin melihat, industri komponen kapal memiliki posisi yang sangat penting. Komponen-komponen seperti sistem propulsi, pompa, katup, sistem kelistrikan, navigasi, hingga permesinan menjadi elemen vital dalam struktur kapal. Namun, selama ini sebagian besar komponen tersebut masih diimpor, yang berdampak pada tingginya biaya produksi, rendahnya TKDN, dan kurangnya ketahanan industri nasional.
“Untuk berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan, Kemenperin terus mendorong penguatan struktur industri komponen kapal melalui beberapa langkah strategis, antara lain peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui program sertifikasi dan substitusi impor. Peningkatan kualitas produk melalui standardisasi dan sertifikasi, fasilitasi pengembangan teknologi dan SDM industri dan penguatan ekosistem kemitraan antara industri besar dan IKM,” ungkap Tunggul.
Penyerahan sertifikat hari ini, katanya, merupakan bagian dari strategi tersebut. Sertifikasi bukan sekadar dokumen, namun merupakan jaminan mutu, yang akan meningkatkan kepercayaan pengguna, baik galangan kapal nasional maupun internasional.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang telah tersertifikasi dapat menjadi rujukan dan mitra terpercaya bagi galangan kapal nasional, mengisi kebutuhan pasar domestik secara kompetitif dan menjadi bagian dari rantai pasok global melalui ekspor komponen kapal,” paparnya.
Sementara Ketua Umum PIKKI, Eki Komaruddin, menjelaskan PIKKI merupakan gabungan dari pelaku-pelaku industri yang berbasis manufaktur, dimana di antaranya adalah 10 perusahaan besar, 65% perusahaan menengah dan 25% perusahaan kecil.
PIKKI bersama Kemenperin punya beberapa program kerja/kegiatan di antaranya program kerja bimtek. Hal ini dirasa perlu untuk meningkatkan kemampuan proses industri dan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia.
Pasalnya, lanjut Eki, hal itu terbukti selama kegiatan bimtek ke 1 hingga bimtek ke 5 menghasilkan efek bola salju yang terkait dengan proses bisnis antara lain peningkatan kualitas produk, efisiensi biaya, ketepatan pengiriman. Perbaikan pelayanan serta keselamatan kerja di internal perusahaan yang semakin membaik.
“PIKKI berharap agar program kegiatan bimtek ini dapat berkesinambungan. Sehingga bisa membantu untuk peningkatan penetrasi pasar domestik dan internasional,” pinta Eki.
Dorong daya saing
Sedangkan Direktur Operasi PT BKI, R Benny Susanto, mengatakan seremoni penyerahan sertifikat produk komponen kapal hari ini merupakan momen penting bagi industri komponen kapal nasional. Dimana Kemenperin, PT BKI dan PIKKI telah berkolaborasi dalam program bimtek dan sertifikasi produk komponen kapal.
Penyerahan sertifikat ini, sambungnya, bukan hanya untuk menjaga kualitas produk di dalam negeri, tapi adalah untuk meningkatkan daya saing produk komponen kapal nasional di kancah global.
“Sebenarnya produk komponen kapal dalam negeri cukup mampu bersaing di kancah global, namun perlu pendampingan yang sistematis, karena kolaborasi adalah kunci percepatan transformasi menuju industri maritim,” tutup Benny. (Muhammad Raya)





