Maritim, Jakarta: Sebuah gebrakan hadir dari jantung pelabuhan tersibuk di Indonesia. DPC INSA JAYA berkolaborasi dengan PT. Angkasa Tunggal Selaras Nugratama (ATS) resmi meluncurkan kampanye ambisius bertajuk “Pelabuhan Tanjung Priok Bersih & Hijau”, sebuah inisiatif yang bukan hanya berbicara soal lingkungan, tetapi menyentuh inti dari tanggung jawab industri pelayaran nasional.
Lewat kolaborasi ini, pembuangan sludge oil dan limbah B3 kapal kini bisa dilakukan tanpa biaya alias GRATIS. Program ini ditujukan untuk semua perusahaan pelayaran yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, dengan harapan besar menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem maritim dari ancaman pencemaran limbah kapal.
Komitmen Nyata, Aksi Tanpa Biaya
PT. ATS, yang telah mengantongi izin resmi sebagai Transportir dan Pemanfaat Limbah B3, dan merupakan Mitra Resmi PT. PELINDO 杨 telah pengalaman dan didukung infrastruktur yang solid, ATS siap menampung limpahan limbah dari berbagai kapal—besar maupun kecil—untuk diproses secara aman dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga memastikan bahwa proses dokumentasi dan pelaporan limbah dilakukan secara akuntabel dan transparan, guna mendukung tata kelola pelabuhan yang modern.
“Kita tidak bisa bicara pelayaran maju tanpa bicara lingkungan bersih. Program ini kami dorong agar perusahaan pelayaran tidak lagi menganggap pengelolaan limbah sebagai beban, tapi sebagai bagian dari tanggung jawab industri. Dan ketika semua ini digratiskan, tidak ada lagi alasan untuk mencemari laut,” tegas Mohamad Erwin Y. Zubir, Sekretaris DPC INSA JAYA.
Dari Tanjung Priok untuk Indonesia Hijau & Bersih
Layanan ini bukan sekadar gerakan kolaboratif, tapi menjadi langkah revolusi hijau pelabuhan di Tanjung Priok sebagai pelabuhan contoh Pelabuhan lainnya karena Pelabuhan Tanjung Priok merupakan Pelabuhan utama dan pintu gerbang logistik nasional, Tanjung Priok memiliki posisi strategis dalam mencerminkan wajah industri maritim Indonesia.
DPC INSA JAYA, sebagai representasi pemilik kapal nasional di wilayah Jakarta, melihat layanan ini sebagai bentuk nyata kontribusi pelayaran terhadap target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin perlindungan ekosistem laut dan pengelolaan limbah berbahaya.
“Kami ingin Pelabuhan Tanjung Priok bukan hanya efisien dan modern, tapi juga jadi contoh pelabuhan yang ramah lingkungan. ujar Andi S. Patonagi selaku Ketua DPC Insa Jaya
Panggilan Aksi untuk Pelayaran
Perusahaan pelayaran yang ingin memanfaatkan layanan ini hanya perlu menghubungi PT. ATS melalui jalur resmi. Jadwal pengangkutan limbah akan diatur, dan semua proses akan didokumentasikan sesuai ketentuan hukum. Langkah ini diharapkan tak hanya meningkatkan kepatuhan terhadap pelaporan limbah B3 kapal, tetapi juga membangun budaya kepedulian lingkungan yang terintegrasi dalam sistem operasional Pelabuhan, untuk informasi layanan Perusahaan Pelayaran dapat menghubungi : Sdr. M. Drajat 0813 8333 6135 atau Sdr. Riandy Solichin 0821 2420 3506.
“Lingkungan bukan warisan dari masa lalu, melainkan titipan untuk masa depan. Mari jaga laut kita, mulai dari pelabuhan yang bersih dan bebas limbah,” tutup Erwin, dengan nada optimistis.**hbb





