Perluas Pangsa Pasar, PT Lautan Air Indonesia Segera Jualan Operation and Maintenance ke Customer

JAKARTA-MARITIM : PT Lautan Luas Tbk (LTL), perusahaan manufaktur, distribusi bahan kimia dasar dan khusus di Indonesia serta pendukung dan jasa nasional, melalui anak perusahaan PT Lautan Air Indonesia (LAI) mengindikasikan ke depannya akan memperluas pangsa pasar, dalam upaya perusahaan meningkatkan atau memperkuat kegiatan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/OM) yang inovatif bagi para customernya

“Lewat penguatan OM ini, maka pihak PT LAI dapat memastikan ekspansinya dengan memperluas cakupan layanan. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, meningkatkan kualitas produk dan keberlangsungan bisnis perseroan,” kata Business Development Advisor PT LTL, Ridwan Adipoetra, kepada www.tabloidmaritim.com, di kantornya di Jakarta, Senin (23/6).

Di samping itu, menurutnya, misalnya PT LAI melakukan treatment mulai dari pengolahan air bersih, proses dan pengolahan limbah. Pihaknya akan memberikan rekomendasi yang paling baik, apakah pakai alum/tawas, PAC atau ACH. Termasuk juga untuk boiler cooling dapat diberikan kimianya untuk menangkal anti korosi dan anti kerak.

“Limbah air buangan (waste water) juga bisa kita manage. Sehingga ketika keluar dan dipakai sudah sesuai regulasi pemerintah. Semua itu bisa kita proses,” ungkapnya.

Ke depan juga pihaknya akan menggenjot kegiatan OM ini. Langkah OM ini akan lebih efisien dan lebih murah, apalagi perusahaan perminyakan, pupuk dan customer lainnya sudah mempercayakan ke PT LAI. Sehingga konsumen tidak perlu lagi dibuat pusing karena pos untuk OM sudah dikerjakan seluruhnya oleh PT LAI.

“Kenapa begitu? Karena kita sudah memiliki segalanya, mulai dari pabriknya, bahan baku kimia khusus serta memproduksi spesialis kimia di Kawasan Industri Manis,” jelas Ridwan, yang perseroannya punya kantor cabang di Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Surabaya.

Ditambahkan, terkait bahan baku kimia khusus, pihaknya masih impor sulfur. Soal PT Lautan Otsuka Chemical memproduksi blowing agents, yang bahan bakunya dari urea, 90% ada di dalam negeri. Sisanya impor. Termasuk PAC yang sudah banyak bahan bakunya dari lokal.

Pada tahun 2010, PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) didirikan sebagai salah satu anak perusahaan PT Lautan Luas Tbk yang memproduksi bahan pangan krimer nabati.

Pada tahun 2016, LNK berhasil menciptakan inovasi bubuk tinggi serat rendah gula dengan cita rasa yang creamy dengan nama FiberCreme. FiberCreme yang dapat digunakan sebagai pengganti santan dan susu ini sudah terdaftar paten di Indonesia bahkan Amerika Serikat. Dalam proses produksinya FiberCreme menggunakan 80% bahan lokal Indonesia dan sudah dipasarkan secara internasional.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Perindustrian karena kita dapat penghargaan pada kegiatan lighthouse dan insentif pajak untuk litbang sebesar 300%,” urai Ridwan.

Dijelaskan, pihaknya juga menawarkan berbagai industri untuk kebutuhan customer. Bahkan dalam waktu dekat akan menggelar webinar.

Bekerjasama dengan lebih dari 100 prinsipal internasional, memasok lebih dari 1.000 produk kimia dan melayani sekitar 2.000 pengguna akhir industri di seluruh Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.

Ridwan bercerita, PT LTLS awalnya membuka usaha sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar untuk industri batik dan makanan di Indonesia, Perseroan didirikan pada tanggal 13 Juli 1951 sebagai Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri “Lim Teck Lee” (Indonesia), atau NV Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd. dan berubah nama menjadi PT Lautan Luas pada tahun 1965. Pada 18 Juni 1997, Perusahaan resmi menjadi Perusahaan terbuka dan  tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham “LTLS”.

“Selama lebih dari 70 tahun, Lautan Luas  hadir  sebagai penyedia produk dan layanan di bidang penyediaan bahan kimia dan fine ingredients berkualitas tinggi di Indonesia. Di sisi lain, Lautan Luas memasok bahan-bahan esensial yang merupakan elemen utama dalam kehidupan sehari-hari. Lautan Luas telah berkembang menjadi distributor dan produsen bahan dasar kimia dasar dan khusus,” urainya. (Muhammad Raya)

Related posts