JAKARTA-MARITIM : Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, diminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Tadi pesan Presiden, adalah balik arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat secepat mungkin,” kata Purbaya, menirukan ucapan Presiden Prabowo Subianto, usai menggantikan Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9) sore.
Sementara itu secara terpisah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pemprov DKI Jakarta, Hj Diana Dewi, mengatakan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden RI, seperti diatur dalam Pasal 17 UUD 1945, dan dipertegas dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
Menurut Purbaya, langkah awal yang akan dilakukan oleh pihaknya setelah menjadi Menkeu, adalah mengoptimalkan instrumen ekonomi hingga berjalan lebih lagi. Di samping itu, tidak ada instruksi khusus kepada dirinya sebagai Menkeu dari Presiden Prabowo Subianto.
“Belum ada (instruksi) saya di suruh belajar sama Dirjen Pajak. Enggak ada instruksi Cuma saya akan lihat seperti apa intinya, cuma kalau anda lihat, biasanya yang konstan apa? Tax ratio,” ungkapnya.
Reshuffle, Hak Prerogatif Presiden RI
Sedangkan Hj Diana melanjutkan, pergantian itu dilakukan tidak harus karena menteri tersebut bermasalah atau berkasus, namun lebih untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan dan pemenuhan target yang dicanangkan oleh Presiden.
Direshufflenya lima menteri saat ini, merupakan sebuah upaya penyegaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo agar capaian-capaian targetnya bisa lebih maksimal lagi.
“Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa, tentu sudah melalui pertimbangan yang matang dan masukan dari berbagai pihak. Tentu beliau sosok yang punya pengalaman dan kemampuan dalam menata keuangan negara lebih baik lagi,” urai Hj Diana.
Ditambahkan, para pengusaha tentu menaruh harapan besar terhadap Menkeu yang baru, utamanya bagaimana menjaga stabilitas ekonomi, sehingga ditengah tantangan global, perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan tidak mengalami pelambatan.
Hj Diana menjelaskan, ada banyak pekerjaan rumah dari Menkeu yang baru. Tidak hanya bicara soal regulasi, tapi juga bagaimana menjawab tantangan yang ada dengan pasti. Salah satunya, penurunan daya beli masyarakat, harga-harga di pasar khususnya kebutuhan pokok yang cenderung terfluktuatif, suku bunga bank yang tidak memberatkan para pengusaha, serta kebijakan moneter dalam dan luar negeri. Juga berkoordinasi dengan kementerian lain dalam memastikan keamanan bagi para pelaku usaha.
“Kami berharap Menkeu yang baru merupakan orang yang tepat untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memenuhi target Presiden Prabowo Subianto yakni, pertumbuhan ekonomi 8 persen. Saat ini, kondisi perekonomian tengah mengalami ujian pasca aksi massa yang melahirkan ketakutan bagi para pengusaha. Hal tersebut perlu langkah-langkah antisipasi agar roda perekonomian bisa berjalan normal,” pungkas Hj Diana Dewi. (Muhammad Raya)





