Ini Langkah Pelni Wujudkan Dekarbonisasi Sektor Pelayaran

KET. FOTO : Capt Thamrin (Nahkoda Kapal Kelud), Maria Renny (Cities and Transport Lead British Embassy Jakarta), Anik Hidayati (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI), Phoebe Rimmer (Deputy Head Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta) dan Andi Azka Faurianthi Poetri (Ketua UK PACT Indonesia).

MARITIM, JAKARTA:  Sebagai salah satu operator pelayaran besar, khususnya kapal penumpang di Indonesia, PT. PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) menyadari bahwa sub-sektor transportasi laut, sebagai bagian integral dari sektor transportasi nasional, turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sejalan dengan komitmen nasional dalam Nationally Determined Contributions (NDC) serta kebijakan penurunan emisi yang didorong Kementerian Perhubungan, PELNI aktif mendukung transisi menuju transportasi berkelanjutan melalui berbagai inisiatif operasional dan strategis.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati kepada Pers, di sela-sela menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta serta tim UK Partnering for Accelerating Climate Transitions (UK PACT) di KM Kelud, Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (23/1), mengatakan, dalam mendukung dekarbonisasi, rekomendasi dari ESG Simposium 2025, sejumlah Langkah dilakukan oleh perusahaan “plat merah” itu.

Antara lain, pertama, kata Anik Hidayati,  kapal Pelni telah menggunakan bahan bakar Bio Diesel B40, tidak hanya fuel dari bahan fosil, tetapi sudah dicampur dengan CPO 40 persen, sesuai gagasan pemerintah dalam rangka Upaya dekarbornisasi.

“Yang kedua kita juga harus maintanence seluruh mesin-mesin supaya bisa bekerja efisien. Hasilnya, selama tiga tahun ini dengan rute yang sama, penggunanan BBM kapal mengalami penurunan, sehingga ini mendukung Upaya dekarbonisasi dan juga efisiensi,” kata Anik Hidayati.

Selanjutnya, terhadap sampah-sampah kapal juga didaur ulang untuk dapat dimanfaatkan dengan yang lain. Dicontohkan,  life jacket yang sudah tidak digunakan, karena tiap 2 tahun harus sudah diganti, maka kainnya dapat digunakan untuk membuat bag (tas jinjing), -seperti tas yang ditunjukkan oleh Anik Hidayati.

Selain itu, di berbagai wilayah, lanjut Anik, pihaknya juga menjalankan program kepedulian lingkungan dan sosial, antara lain seperti penanaman lamun (seagrass) yang terbukti lebih optimal dalam menyerap CO2 hingga 35 kali dari tanaman di darat. Selain juga lamun bisa cepat tumbuh dan bisa menjadi perkembangan biota laut.

Kunjungan Kedubes Inggris

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta serta tim UK Partnering for Accelerating Climate Transitions (UK PACT) di KM Kelud, Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (23/1).

Kunjungan yang dilaksanakan di atas KM Kelud  merupakan bagian dari kelas pembelajaran dari UK Pact yang didukung Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (UK FCDO).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, Deputy Head Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta (BEJ) Phoebe Rimmer, Cities and Transport Lead BEJ Maria Renny, Ketua UK PACT Indonesia Andi Azka Faurianthi Poetri, Executive Director Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) Arief Yunan, serta Urban Development Senior Program Lead World Resources Institute (WRI) Indonesia Dimas Nu’man Fadhil.

Kunjungan dan kelas pembelajaran yang mengangkat tema decarbonization in shipping transport juga diikuti oleh 30 mahasiswa terpilih dari berbagai universitas dan sekolah tinggi di Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan agenda keberlanjutan di sektor pelayaran nasional.

“Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Inggris melalui UK PACT serta WRI Indonesia dan IREEM ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman praktis PELNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari,” ujar Anik.

Anik juga menekankan peran penting generasi muda dalam mendorong perubahan menuju transportasi laut yang lebih hijau.

“Melalui program UK PACT dan inisiatif FIRST, kami berharap dapat berkontribusi dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan serta keterampilan untuk memimpin transisi menuju transportasi laut yang berkelanjutan dan rendah emisi di Indonesia,” tambah Anik.

Kegiatan kunjungan dan kelas pembelajaran di atas KM Kelud menjadi salah satu sesi inti dari program FIRST. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pemahaman praktis mengenai upaya dekarbonisasi sektor pelayaran langsung, meliputi aspek kebijakan perusahaan, operasional harian, strategi bisnis jangka panjang serta penerapan teknologi rendah karbon yang telah dan sedang diimplementasikan dalam armada PELNI.

UK PACT adalah program kerja sama antara Pemerintah Inggris (UK) dan Indonesia untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Tentang PELNI

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.**Hbb

Related posts