JAKARTA-MARITIM : PT PAL Indonesia menegaskan rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang tengah dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bukan merupakan agenda pengurangan tenaga kerja, melainkan langkah strategis untuk memperkuat dan menyehatkan industri perkapalan nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan konsolidasi difokuskan pada penguatan struktur industri, perbaikan kinerja keuangan, serta peningkatan daya saing galangan kapal nasional agar mampu memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri yang terus meningkat.
“Yang sedang kami siapkan adalah pembentukan tim yang kuat dan berkapasitas untuk membangun industri maritim nasional. Konsolidasi bukan sekadar menggabungkan entitas, tetapi menyatukan kompetensi dan memperkuat organisasi,”ujar Kaharuddin, dalam keterangan resmi yang diterima, di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menegaskan penataan sumber daya manusia yang tengah dibahas dilakukan melalui mekanisme asesmen menyeluruh berbasis kompetensi dan kebutuhan industri.
Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap insan galangan dapat ditempatkan sesuai kapasitasnya serta memperoleh ruang pengembangan yang lebih baik dalam struktur industri yang terintegrasi.
“Konsolidasi ini justru diharapkan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antar-galangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Lebih jauh, Kaharuddin menyampaikan ketika galangan dalam negeri bergerak, rantai pasok ikut hidup, industri baja tumbuh, komponen diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja tercipta. Inilah multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Konsolidasi galangan nasional diproyeksikan membentuk ekosistem industri yang saling terhubung mulai dari produsen baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, hingga penyedia jasa desain dan rekayasa.
Ketika produksi kapal meningkat, baik untuk kebutuhan BUMN, logistik energi, maupun pembangunan kapal ikan nasional, maka kebutuhan tenaga kerja akan meningkat secara berjenjang. Tidak hanya di galangan, tetapi juga di industri hulu dan hilir, termasuk sektor industri pendukung.
Rencana penugasan PT PAL sebagai induk galangan BUMN diarahkan untuk mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional, baik untuk sektor energi, transportasi, maupun pertahanan, agar dapat dikerjakan secara sinergis oleh galangan BUMN dan swasta dalam negeri.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor kapal yang selama ini masih dominan, sekaligus membangun kemandirian dan daya saing industri maritim Indonesia.
PT PAL menegaskan komitmennya untuk memastikan proses konsolidasi berjalan secara transparan, terukur, dan mengedepankan prinsip keberlanjutan industri serta penguatan sumber daya manusia nasional. (Muhammad Raya)





