Kerjasama Lemdik ISAA dan APBMI, Gelar Diklat IMDG & IMSBC Code Di Semarang

MARITIM -SEMARANG : Lembaga Diklat Insan Samudra Asasta Abadi (ISAA Learning Center) bekerjasama dengan DPW APBMI Jawa Tengah menggelar Diklat  tentang tatacara penanganan barang berbahaya di Pelabuhan (IMDG Code) sesuai Permenhub No16/2021 dan tata cara penanganan barang curah padat ( IMSBC Code ) sesuai PM 6/2021.

Diklat dibuka hari ini (Selasa, 23 Juni  2026) oleh Ketua Tim Tertib Berlayar Direktorat KPLP Perhubungan Laut, Prasetyo Eko Nugroho, SH.MH., secara online, mewakili Kasubdit Tertib Berlayar KPLP.

Dalam salah satu sambutannya, Prasetyo Eko Nugroho  memberikan apresiasi kepada DPW APBMI Jawa Tengah dan  ISAA Learning Center yang telah melaksanakan diklat ini sesuai apa yang diamanatkan oleh regulasi, yakni Permenhub No.16/2021 dan PM.6/20212.

Ia menambahkan, diklat sangat penting bagi SDM yang menangani barang berbahaya di Pelabuhan, sehingga kejadian atau insiden kecelakaan dapat dihindari sedini mungkin.

Senada dengan Prasetyo Eko Nugroho, Capt. Josua yang mewakili Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang dalam sambutannya menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi SDM yang menangani kegiatan di Pelabuhan, khususnya dalam hal ini Adalah SDM untuk penanganan barang berbahaya dan curah padat. Hal ini untuk mendukung kelancaran dan keselamatan angkutan laut dari sisi kepelabuhanan.

Capt, S. Joko, General Manager PT.Pelindo Reg.3 Tanjung Emas Semarang yang juga berkesempatan menyampaikan sambutan mengatakan, Pelindo sebagai operator kepelabuhanan sangat mengapresiasi diklat ini, hal ini seirama dengan slogan keselamatan  dan keamanan di pelabuhanan yang terus didengungkan. Untuk memberikan semangat ia mengajak semua yang hadir untuk mengepalkan tangan seraya menerikkan “Insiden No” berkali-kali.

Sedangkan Ketua DPW APBMI Jawa Tengah, Drs. Romulo Simangunsong memberikan semangat dan optimisme kepada pesereta diklat yang sebagian besar adalah anggota APBMI dan lainnya dari ALFI serta APTRINDOO (Trucking), bahwa dengan memiliki sertifikat kompetensi IMDG Code dan IMSBC Code, berarti SDM dimaksud telah berstandar internasional, sehingga misal, jika ada tender-tender pekerjaan yang mensyaratkan sertifikat tersebut maka akan memudahkan untuk meraihnya, dibandingkan Perusahaan yang belum dilengkapi sertifikat itu.

Sementara itu, Direktur ISAA Learning Center DR. Eduard S. Sijabat dalam sambutannya mengatakan, diklat diikuti  35 peserta, baik IMDG maupun IMSBC Code,

Ia menambahkan sebagai salah satu Lemdik yang mendapatkan Approval dari KPLP  untuk pelaksanaan diklat IMDG Code dan IMSBC Code, akan terus berkomitmen dalam penegakan implementasi Permenhub dalam penanganan barang berbahaya dan barang curah padat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dit KPLP atas dukungan-dukungannya dan juga DPW APBMI Jawa Tengah yang menginisiasi diklat ini.**Hbb

 

Related posts