TANGERANG-MARITIM : Dampak dari erupsi anak Gunung Krakatau, sejak Minggu 6 September 2026, sejak pukul 04.52 WIB AirNav Indonesia menutup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta)
Penutupan ini berdasarkan NOTAM A3344/26 (NOTAMR A3341/26) sejak 6 September pukul 04.52 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB.
Namun estimasi pembukaan kembali untuk Bandara Soetta, diperpanjang hingga pukul 13.00 WIB.
Seperti diketahui AirNav Indonesia menerbitkan dan memperbarui NOTAM terkait penutupan sementara tiga ruang udara dari bandar udara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), dan Bandara Radin Inten II (WILL).
Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan ditutup sementara melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada info pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma.
Bandara Radin Inten II juga ditutup sementara berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 08.00 WIB.
Penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi.
Pihak AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, segera kami tindaklanjuti. Melalui pembaruan, informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan.
Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu.
AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan. (Rabiatun)





