Pertama Kali, STIMar “AMI” Akan Wisuda S1 Prodi Rekayasa Transportasi Laut dan Logistik

1. Ketua STIMar “AMI” Capt. Albert Lapian beserta seluruh sivitas akademika dan para undangan foto bersama sebelum acara dies natalis dimulai.

JAKARTA-MARITIM: Sekolah Tinggi IImu Maritim (STIMar) “AMI” memperingati Dies Natalis ke-66 dengan mengusung tema “Mencetak Insan Maritim, Menguatkan Kedaulatan dan Mewujudkan Kemakmuran”. Peringatan yang berlangsung di kampus STIMar “AMI” Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (07/10/2026), dihadiri oleh segenap sivitas akademika STIMar, sejumlah alumni yang kini telah menjadi nakhoda kapal maupun telah menjadi pengusaha di bidang kemaritiman berkelas internasional, serta undangan lainnya.

Ketua STIMar “AMI” Capt. Albert Lapian M. Mar dalam sambutannya secara singkat mengungkapkan cikal bakal berdirinya STIMar yang bermula dari Akademi Maritim Indonesia (AMI) tahun 1960 yang saat itu masih menyewa sebuah gedung di Jl Budi Utomo, Jakarta Pusat. AMI yang semula dikelola Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon (LPG), terus berkembang sehingga menjadi STIMar “AMI”. Kemudian STIMar dikelola oleh Yayasan Sinar Poseidon Gupita yang didirikan oleh Basuki Suyoto (alm.) bersama Evira Tri Noverni.

Read More

Basuki Suyoto selama beberapa tahun menjadi Ketua STIMar “AMI” sampai wafat dan digantikan oleh Capt. Albert Lapian. Sedang Evira Tri Noverni menjadi Ketua Yayasan Sinar Poseidon Gupita sampai sekarang.

Di bawah Yayasan ini, STIMar AMI makin berkembang dan memiliki gedung sendiri di kawasan Pulomas, bersebelahan dengan Institut Bisnis & Multimedia Asmi. Di kampus baru ini, Laksamana Pertama (Purn) Basuki Suyoto terus berjuang meningkatkan kualitas Sekolah Tinggi Ilmu Maritim “AMI”. Nama AMI tetap dipertahankan karena merupakan cikal bakal berdirinya STIMar “AMI” hingga sekarang berusia 66 tahun.

STIMar “AMI” kini memiliki 4 program studi (prodi), yakni Nautika,Teknika dan prodi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga & Kepelabuhanan (D III/Ahli Madya). Untuk prodi KPNP juga bisa mencapai D IV (Sarjana Sains Terapan). Hingga kini STIMar “AMI” telah mencetak ribuan lulusan yang telah bekerja baik di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Dalam momen dies natalis ini, Capt. Albert Lapian mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para pendahulu yang telah berjuang mewujudkan STIMar “AMI” sampai sekarang dan terus melanjutkan perjuangannya di masa mendatang.

2. Ketua STIMar “AMI” Capt. Albert Lapian memotong tumpeng dan menyerahkan kepada taruna termuda.

Sebagai sekolah tinggi, lanjut Capt. Albert, STIMar “AMI” wajib memenuhi ketentuan pemerintah untuk mendapatkan akreditasi dalam penyelenggaraan perguruan tinggi yang menghasilkan S-1. Untuk itu, pada 2022 STIMar “AMI” membuka tiga prodi S-1, yakni Prodi Rekayasa Transportasi Laut, Prodi Logistik dan Prodi Bisnis Maritim. Ketiga prodi ini telah mendapat akreditasi dari Badan Nasional Akreditasi Perguruan Tinggi.

Wisuda lulusan S-1 pertama akan dilaksanakan Desember 2026, yaitu untuk prodi Rekayasa Transportasi Laut dan Logistik. Sedangkan wisuda S-1 untuk prodi Bisnis Maritim akan dilakukan tahun 2027.

“Lulusan STIMar (D III dan D IV) bisa melanjutkan studi di kampus yang sama untuk mendapatkan gelar S-1,” ujar Capt. Albert Lapian.

Dalam acara dies natalis itu juga diadakan seminar bertajuk “Pengoperasian Kapal dan Mengenal Dunia Usaha di Industri Maritim”. Menghadirkan narasumber Capt. Chandra Lee, SE, SH, MH, dan Jimmy Franky Kuhon, seminar dipandu oleh moderator Vanda AV Dian SS, Mpd.

Dalam paparannya, Capt. Chandra menekankan, para taruna/ni harus mampu menjadi pelaut yang handal, hebat dan profesional. Semuanya ini harus dicapai dengan semangat belajar yang tinggi dan disiplin yang kuat.

Lulusan STIMar “AMI” yang berpengalaman 14 tahun menjadi pelaut sampai mencapai puncak kariernya menjadi nakhoda kapal mengarungi dunia itu tidak menyangka prestasinya diakui oleh pimpinan perusahaan sehingga ia ditarik dari kapal dan diserahi tanggung jawab sebagai manajer perusahaan.

“Namun menjadi pelaut yang hebat belum tentu berhasil menjadi manajer yang hebat,” tegasnya seraya menambahkan, untuk mencapai sukses kuncinya harus bekerja profesional, disiplin dan terus belajar.

Sementara itu, Jimmy Kuhon mengatakan, industri perkapalan dan maritim berperan penting dalam perdagangan internasional. Delapan puluh persen perdagangan di seluruh dunia dilakukan menggunakan kapal laut dan 40 persen perdagangan di Asia Tenggara angkutan kapalnya melalui Indonesia.

“Di sini perlu adanya peran pelaut yang handal dan profesional untuk mengarungi samudera dalam mendukung perdagangan dunia,” tegasnya.

Lulusan STIMar “AMI” 35 tahun yang lalu itu juga menawarkan kepada para taruna/ni untuk menghubungi sejumlah perusahaannya, baik yang membutuhkan praktek lapangan/laut maupun untuk bekerja di kapal maupun bisnis maritim lainnya. (pur).

Related posts