GROUNDBREAKING BANDARA “PANJI SAKTI” 28 AGUSTUS 2017 Mon, Apr/17/ 2017

Denpasar, Bali – Maritim

OBSESI masyarakat, pelaku usaha dan Pemerintah Daerah Bali untuk membangun bandar udara (Bandara) baru di Kabupaten Buleleng, Bali utara, tampaknya kini tak hanya akan berhenti sebagai mimpi. Realisasi pembangunan bandara yang memerlukan lahan sekitar 1.400 hektar untuk runway dan 260 hektar untuk aero city, tinggal tunggu izin penentuan lokasi (penlok) dari Menteri Perhubungan.

Read More

“Kalau penlok sudah keluar, nanti 28 Agustus 2017 sudah akan bisa groundbreaking. Bandara baru itu akan dibangun dengan konsep eco green, tanpa ada alihfungsi sawah. Juga tak ada pura atau situs sejarah yang diganggu. Konsepnya akan memperhatikan kepentingan nelayan setempat agar daat tetap melaut” ungkap I Made Mangku, Presiden Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) “Panji Sakti”, di Warung Mina Renon, Denpasar.

Made Mangku juga menjelaskan fihaknya telah mengantongi seluruh rekomendasi pembangunan dari kabupaten dan provinsi. Tim Kementerian Perhubungan (Kemhub) juga sudah turun memantau lokasi untuk membuat analisa penlok. Bandara baru di wilayah Kabupaten Buleleng, direncanakan dibangun di atas laut, oleh tiga Investor dari tiga negara yang dipimpin PT Kinessis Capital & Investment, didukung investor dari Kanada yang akan mengerjakan runway, dari Belarus yang akan mengerjakan aero city, dan dari Korea Selatan yang akan menggarap bangunan fisik bandara. Semuanya akan dibangun di atas laut, sesuai konsep yang disetujui sejak awal.

“Sesuai konsep yang disetujui sejak awal, semua akan dibangun di atas laut. Karena itu, proyek pembangunan bandara ini memerlukan anggaran besar. Saat ini baru ada dana sekitar Rp. 50 triliun dan itu masih kurang, sebab terdapat beberapa infrastruktur penunjang yang harus dibangun. Antara lain akses dari Singaraja menuju ke Denpasar dan sebaliknya, yang membutuhkan dana cukup besar,” kata I Made Mangku.

Bandara yang kelak akan dinamakan “Panji Sakti” (nama pendiri kerajaan Buleleng), dipastikan akan dibangun di kecamatan Kubutambahan dan  akan dimulai tahun 2017 ini juga, dengan perkiraan waktu pembangunan 8 tahun, lebih cepat dari perkiraan semula 10- 15 tahun. Kedati sudah menyebut lokasinya, namun guna mencegah kegaduhan dalam pembebasan lahan, Mangku belum siap membeber kepastian tempatnya. Ia mengaku saat ini sudah mendapatkan titik koordinat untuk penerbangan, yakni pada koridor 11 dan 14. Kalau semua syarat sudah lengkap, hanya diperlukan waktu 14 hari agar penlok turun dan kemudian lanjut ground breaking.

Dalam akhir penjelasannya, Mangku mengatakan: ”Bandara baru ini akan dibangun di atas laut meneraokan teknologi floating tercanggih, akan dilengkapi dua landasan untuk take off dan landing masing-masing sepanjang 3.600 meter, lebar 60 meter. Beda dengan bandara lainnya, Bandara “Panji Sakti” Buleleng akan menerapkan sistem parkir pesawat dan terminal penumpang di tengah-tengah, diapit dua landasan. ***ERICK A.M.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *