Menhub: Unicorn akan Dilibatkan Menggusur Monopoli Tol Laut

Menhub membuka diskusi panel
Menhub membuka diskusi panel

JAKARTA – MARITIM : Setelah dilaksanakan selama lima tahun sejak awal Pemerintahan Jokowi-JK, kini justru mulai muncul penilaian yang mayoritas mengkritisi program Tol Laut dari pelbagai fihak. Karenanya, Kementerian Perhubungan sebagai penanggung utama program akan membuat pelaksanaan sistem Tol laut layaknya seperti bila seseorang melakukan pemesann makanan melalui aplikasi pesan via Go-food.

Terkait hal tersebut, Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan menjelaskan permasalahan Tol Laut kini, karena aktivitas pengguna yang sifatnya ritel. Berdasarkan model itu, jumlah pengiriman yang banyak dengan volume kecil dikumpulkan dalam satu petikemas, hingga perlu dilakukan konsolidasi sebelum dikirim. Ungkapnya, pekan lalu: “Celakanya konsolidasi dilakukan oleh seseorang atau suatu badan usaha, yang akibat dominasi meraka, akhirnya mengarah ke sistem monopoli. Oleh sebab itu, kedepannya kami akan melawan monopoli itu dengan suatu sistem sistem pula”.

Read More

Jelas Menhub, dengan sistem baru, fihaknya akan mengundang startup terutama pemain besar dengan skala unicorn atau decacorn untuk membantu mengelola Tol Laut sebagai sistem yang besar, pelibatan unicorn ini menjadi penting. Tuturnya: “Dengan besaran dana mencapai Rp.40 triliun setahun, program Tol Laut Ini merupakan bisnis yang tidak kecil, karena dengan kita subsidi Rp400 miliar itu di scale up jadi Rp40 triliun. Kalau satu unicorn menguasai masalah tersebut, pasti akan menbuat perusahaan menjadi baik, dan Tol Laut akan dapat selesaikan dengan baik pula”..

Lebih jauh, Menhub menjelaskan bahwa tim dari Kemenhub tengah menyiapkan skema bisnis baru dari Tol Laut yang melibatkan bisnis rintisan seperti Gojek Indonesia atau PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Terangnya: “Skemanya seperti Go-food yang menghimpun banyak sektor usaha. Ada warung bakmi, nasi goreng dan lain-lain menjadi menunya. Di sini ada orang-orang yang butuh, menu ini disajikan oleh unicorn. Mereka tinggal pesan dan diantarkan, sesuai jumlah pesanan dan waktu yang tak terlalu lama”.

Memungkasi penjelasan,enhub katakan: “Sistem operasionalnya sama. Perbedaannya hanya aktivitas gaya Go-Food dilakukan menggunakan sepeda motor, sedangkan dalam Tol Laut mengirimkannya melalui kapal. Khusus pada Tol Laut, ujungnya ada administrator yang mengurusi barang untuk didistribusikan. Model bisnisnya jadi sama dengan aplikasi pesan antar makanan yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan lain. Aktivitas tersebut dapat dilakukan tidak hanya oleh satu pihak tetapi berpotensi untuk digarap secara bersama sama.

Ini merupakan satu pembaruan dalam bisnis logistik yang tadinya banyak mata rantai, tetapi kedepan mata rantai itu akan banyak terpotong hinggfa lebih efisien”.  (Erick Arhadita)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *