Pemudik Dengan Kapal Pelni Dari Balikpapan Pegang Rekor

TANJUNG PERAK – MARITIM : Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, merupakan gerbang utama menuju Kawasan Timur Indonesia (KTI). Hal ini dapat dibuktikan dengan kian tingginya trafik angkutan barang konvensional maupun dengan petikemas serta trayek Tol Laut yang dari seluruh armada, 30% memiliki home base di Tanjung Perak.

Selain itu, juga dibuktikan lewat PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang mencatat jumlah arus pemudik terbanyak menggunakan Kapal Motor (KM) ‘Labobar’ yang berasal dari pelabuhan pemberangkatan Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berlayar ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk kemudian bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada trip pertama Jumat sore (31/5/2019) .

Terkait hal itu, Marthin Heryanto Kepala Operasi PT Pelni Cabang Surabaya menerangkan: “Berdasar data manifes, KM ‘Labobar’ yang pada sore hari sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengangkut 4.600 penumpang. Jumlah penumpang KM ‘Labobar’ tersebut tercatat memegang rekor mengangkut paling banyak penumpang selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah, khususnya yang turun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya”.

Lebih jauh, Marthin menjelaskan untuk melayani penumpang arus mudik lebaran tahun ini PT Pelni mengerahkan 15 unit kapal penumpang, serta empat kapal perintis di berbagai tujuan, yang melayani pelayaran hingga ke pulau terluar wilayah Indonesia. Imbuhnya: “Selama ini, di luar high session mudik Lebaran atau pada hari-hari biasa, dari 15 unit kapal penumpang yang kami operasikan ke berbagai tujuan, potensi arus penumpang terbanyak memang selalu berasal dari Pelabuhan Balikpapan dengan tujuan Tanjung Perak Surabaya, yang kami layani menggunakan KM ‘Labobar’ yang memiliki daya angkut cukup besar”.

Marthin membandingkan, jika pada hari-hari biasa KM ‘Labobar’ mengangkut sedikitnya 3.000 penumpang, maka berdasar dispensasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saat mendekati Hari Raya Idul Fitri, jumlah penumpang dapat meningkat hingga jumlah 4.600 orang, seperti yang terjadi pada H-5 Lebaran. Setelah sandar di Tanjung Perak untuk debarkasi penumpang. KM ‘Labobar’ segera kembali berlayar ke Balikpapan untuk kemudian mengangkut penumpang mudik trip selanjutnya, dan sampai Tanjung Perak lagi pada H-2 Lebaran, dengan mengangkut penumpang dalam jumlah lebih banyak pemudik.

Masih menurut Marthin, selain KM ‘Labobar’, potensi penumpang terbanyak lainnya untuk arus mudik lebaran tahun ini difasilitasi mengggunakan KM ‘Gunung Dempo’, yang berlayar dari banyak pelabuhan di wilayah Indonesia Timur, mulai dari Papua, Maluku, dan Sulawesi Selatan dengan tujuan akhir Surabaya.

Menurut perhitungan awal, KM ‘Gunung Dempo’ diprediksi mengangkut lebih dari 4.000 penumpang, namun dalam reralisasinya KM ‘Gunung Dempo’ tercatat terakhir kali sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada H-6 Lebaran pada 30 Mei mengangkut penumpang sebanyak 4.430 orang penumpang. KM ‘Gunung Dempo’ memiliki jadwal bersandar lagi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada H-1 Lebaran. (Ayu/Sub/Maritim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *