Lulusan STIMar ‘AMI’ Siap Bekerja di Pelayaran Internasional

Disaksikan para anggota Senat Akademik, Ketua STIMar ‘AMI’ Capt. Albert Lapian M.Mar. memindahkan kuncir toga pada salah seorang lulusan yang diwisuda.

JAKARTA-MARITIM: Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Maritim (STIMar) ‘AMI’ telah memenuhi syarat dan siap untuk mengawaki kapal-kapal berbendera asing atau bekerja di perusahaan pelayaran internasional.

Kesiapan ini karena STIMar ‘AMI’ telah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan menerapkan kurikulum yang disinkronkan dengan kebutuhan industri maritim yang berteknologi terbaru. Khusus untuk Prodi Nautika dan Teknika, STIMar ‘AMI’ telah menerapkan kurikulum yang mengikuti Konvensi IMO (International Maritime Organization), khususnya tentang Standard of Training, Certivication and Watchkeeping for Seafarers (STCW) maupun kurikulum dari Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan.

Read More

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua STIMar ‘AMI’ Capt. Albert Lapian, M.Mar. saat mewisuda 32 orang lulusan tahun akademik 2024/2025 dalam sidang terbuka Senat Akademik STIMar ‘AMI’ yang dipimpin oleh Capt. Albert Lapian di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Ke-32 lulusan yang diwisuda itu terdiri dari dan 6 wisudawan/wati dari Prodi KPN&K (Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga & Kepelabuhanan) D-IV (Sarjana Sains Terapan), 15 wisudawan/wati dari Program Studi (Prodi) Nautika D-III (Ahli Madya) dan 11 wisudawan dari Prodi Teknika D-III.

Wisuda STIMar ‘AMI’ kali ini mengusung tema ‘Menghasilkan SDM Maritim yang Profesional dan Wirausahawan Unggul Berdaya Saing Global Untuk Indonesia Maju’ tersebut dihadiri pejabat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Badan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Ketua Pembina dan Ketua Yayasan Sinar Poseidon Gupita, Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon, Kesatuan  Pelaut Indonesia, Organisasi IKALAMI dan CAASA, perusahaan pelayaran, keluarga para wisudawan/wati dan undangan lainnya.

Wisuda STIMar ‘AMI’ tahun akademik 2024/2025 ini jumlahnya lebih sedikit dibanding wisuda tahun lalu. Menurut Ketua STIMar ‘AMI’ Capt. Albert Lapian, sedikitnya jumlah yang diwisuda ini karena saat mereka masuk kuliah tahun 2020 dan 2021 sedang terjadi pandemi Covid-19, sehingga calon taruna/i yang mendaftar sangat sedikit.

Lebih jauh Capt. Albert Lapian mengatakan, dengan mengacu pada standar kurikulum Konvensi STCW tersebut dipastikan profesionalisme para lulusan akan memiliki kualifikasi dan keterampilan yang sama secara internasional demi menjamin keselamatan pelayaran dan melindungi lingkungan laut.

Peran industri maritim dalam pengembangan kurikulum, kata Capt. Albert, untuk memperbarui kurikulum dan memberi pemahaman tentang wirausaha dan teknologi terbaru. Dalam pelaksanaannya, baik institusi maupun semua program studi telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Khusus untuk Prodi Nautika dan Teknika telah mendapatkan approval dari Ditjen Perhubungan Laut selaku Administrasi dari IMO.

Ketua Yayasan Sinar Poseidon Gupita Evira Tri Noverni mengalungkan selempang kepada salah seorang lulusan terbaik STIMar ‘AMI’ yang didampingi orang tuanya.

Approval dari Ditjen Hubla, menurut Albert, menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan di STIMar ‘AMI’ telah memenuhi standar yang ditetapkan melalui Konvensi STCW 1975, termasuk amandemennya yang terakhir (2010).

Dalam rangka peningkatan kualitas akademik, STIMar ‘AMI’ juga telah melaksanakan pemantapan manajemen penyelenggaraan dengan menerapkan Quality Management System, ISO 9001:2015. “Artinya, lulusan STIMar ‘AMI’ telah memenuhi persyaratan untuk mengawaki kapal-kapal berbendera asing ataupun bekerja di perusahaan pelayaran internasional,” tegas Capt. Albert Lapian.

Kepada para wisudawan/wati, Ketua STIMar ‘AMI’ menekankan agar tetap menjaga nama baik almamater. “Jangan ada tindakan yang merugikan masyarakat luas, di manapun kalian berada dalam kegiatan apapun,” tandasnya.

Tiga Prodi Strata Satu

Capt. Albert menambahkan, selain menyelenggarakan prodi vokasi jenjang D-4 KPNP serta jenjang D-3 Nautika dan Teknika, saat ini STIMar ‘AMI’ juga tengah menyelenggarakan 3 prodi jenjang sarjana (Strata Satu). Yakni Prodi Rekayasa Transportasi Laut, Prodi Logistik dan Prodi Bisnis Maritim.

“Prodi S1 telah dibentuk tahun 2022 dan baru akan menghasilkan lulusan pada tahun 2006,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Sinar Poseidon Gupita Evira Tri Noverni mengatakan, untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memenuhi Astacitanya, yayasan melalui STIMar ‘AMI’ sebagai institusi di bidang maritim, berperan strategis untuk menghasilkan lulusan yang memahami nilai-nilai keberlanjutan dan mampu bergerak di sektor maritim.

Untuk itu, pihaknya berusaha mewujudkan konsep yang menjadi perhatian utama Astacita, yaitu Blue Economy (ekonomi biru). Konsep ini berfokus pada pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa merusak lingkungan dengan berkomitmen mewujudkan visinya menjadi profesional dan enterpreneur university.

Konsep enterpreneur universiry menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan di semua aspek pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa/i maupun taruna/i tidak hanya belajar menjadi tenaga kerja tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja yang inovatif, khususnya di sektor maritim.

“Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan prodi S1 Rekayasa Transportasi Laut, prodi S1 Logistik pada tahun 2002 dan prodi S1 Bisnis Maritim di tahun 2003,” sambung Evira.

Dalam wisuda itu, Evira juga mengalungkan selempang kepada lulusan terbaik untuk ketiga prodi D-IV dan D-III. Lulusan terbaik prodi D-IV KPNK adalah Rifaldy Rizky Firdaus, prodi D-III Nautika Diva Sutisna dan untuk prodi D-III Teknika adalah Abyantara Mahardika Pradana. (Purwanto).

 

 

Related posts