JAKARTA-MARITIM : PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan marine logistics melalui keterlibatan aktif dalam rangkaian kunjungan kerja Direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ke Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/1).
Kegiatan yang meliputi Town Hall Meeting, site visit Jetty Area 70 (CIB-1) serta koordinasi operasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pengelola kilang dan penyedia layanan transportasi laut dalam memastikan kelancaran distribusi energi nasional.
Bagi PTK, kunjungan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan wujud nyata penguatan keandalan layanan bisnis di titik kritikal rantai pasok, yakni area sandar kapal dan bongkar-muat.
Jetty Area 70 sebagai salah satu simpul utama distribusi crude oil dan produk BBM memiliki peran vital dalam menjaga kesinambungan pasokan.
Kesiapan armada, fasilitas sandar, serta penerapan standar keselamatan menjadi faktor kunci agar proses transfer energi dari laut ke kilang dapat berlangsung aman, tepat waktu, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba, menegaskan bahwa keandalan layanan marine merupakan fondasi utama dalam menjaga continuity of supply energi nasional.
“PTK berperan langsung sebagai tulang punggung transportasi laut di lingkungan Pertamina Group. Melalui kesiapan armada, penerapan marine assurance, dan standar HSSE berkelas internasional, kami memastikan setiap barel energi dapat bergerak dengan selamat dan tepat waktu dari laut ke kilang, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat,” ujar I Ketut Laba, dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Kamis (29/1).
Ia menambahkan, penguatan koordinasi dengan KPI dan PIS dalam kegiatan ini juga memberikan keyakinan bagi para pemangku kepentingan, termasuk klien dan calon klien, bahwa PTK mampu menyediakan layanan marine logistics yang andal di tengah kompleksitas operasional dan tantangan lingkungan maritim.
“Keandalan tidak hanya diukur dari ketersediaan kapal, tetapi juga dari integrasi sistem keselamatan, kesiapsiagaan personel, serta kepatuhan terhadap standar global. Inilah nilai tambah yang kami tawarkan kepada seluruh mitra bisnis,” katanya.
Dari sisi operasional, PTK memastikan kesiapan menyeluruh melalui pengecekan fasilitas jetty, penyediaan alat pelindung diri dan life saving appliance, pengawalan HSSE, serta pengaturan jalur aman di area sandar.
Langkah ini mencerminkan komitmen terhadap prinsip zero accident dan zero downtime, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa bahwa layanan PTK mampu menopang operasi kilang yang berjalan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Dampak dari penguatan keandalan ini tidak hanya dirasakan oleh internal Pertamina Group, tetapi juga oleh masyarakat luas sebagai penerima manfaat akhir dari terjaganya pasokan energi.
Dengan sistem transportasi laut yang andal, risiko gangguan distribusi dapat diminimalkan, sehingga stabilitas pasokan BBM dan energi tetap terjaga.
Bagi dunia usaha, khususnya mitra dan calon klien, hal ini menjadi bukti bahwa PTK merupakan mitra strategis yang mampu mendukung kelancaran bisnis melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan berstandar internasional.
Melalui sinergi yang erat dengan KPI dan PIS, PT Pertamina Trans Kontinental terus menegaskan perannya sebagai backbone keandalan transportasi laut Pertamina Group.
Dengan dukungan armada yang siap operasi, sistem keselamatan yang kuat, serta komitmen terhadap keunggulan layanan, PTK memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan tanpa henti, menghubungkan laut, kilang, dan masyarakat dalam satu kesatuan sistem yang andal dan berkelanjutan. (Muhammad Raya)





