KRI Sriwijaya-100 Dikukuhkan di Pelabuhan Priok

Jakarta, Maritim, : KRI Sriwijaya-100 resmi bergabung dalam jajaran TNI Angkatan Laut setelah melalui rangkaian prosesi reflagging, shipnaming, dan pengukuhan Komandan KRI Sriwijaya-100 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9).

Prosesi diawali dengan penurunan bendera Italia dan pengibaran Sang Merah Putih di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok. Momen tersebut menandai perubahan status dan identitas kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100 di bawah jajaran TNI Angkatan Laut.

Read More

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi shipnaming dan pengukuhan Komandan KRI Sriwijaya-100. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peresmian KRI Sriwijaya-100.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colamine, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Kepala Staf Angkatan Laut Italia Admiral Giuseppe Berutti Bergotto, serta jajaran Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Laut.

Dari jajaran Pelindo, turut hadir Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar, Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio, serta Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Dalam sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa penguatan pertahanan laut menjadi bagian penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas dan posisi geografis yang strategis.

“Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas dan posisi geografis yang sangat strategis, Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan laut yang modern dan tangguh. Kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI AL merupakan wujud nyata modernisasi alutsista TNI,” ujar Agus.

Menurutnya, KRI Sriwijaya-100 juga memiliki peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan yang memperkuat peran TNI di tingkat nasional, regional, maupun global.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut Italia Admiral Giuseppe Berutti Bergotto menyampaikan harapannya agar hubungan persahabatan antara Indonesia dan Italia terus terjaga.

“Long live the friendship between Indonesia and Italy,” ujarnya.

KRI Sriwijaya-100 selanjutnya akan menjadi bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL dan mendukung berbagai penugasan, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), penanggulangan bencana, serta misi kemanusiaan.

Sebelum tiba di Indonesia, kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 6.870 mil laut selama 25 hari dari Italia menuju Tanjung Priok dengan melintasi Terusan Suez, Laut Merah, hingga Samudra Hindia.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lokasi berlangsungnya rangkaian prosesi perubahan status dan identitas kapal tersebut, sekaligus peresmian KRI Sriwijaya-100. Kehadiran ITS Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107 juga menambah catatan aktivitas kemaritiman di Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi salah satu simpul strategis konektivitas maritim Indonesia.

Bagi Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, penyelenggaraan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran Pelabuhan Tanjung Priok dalam mendukung berbagai agenda nasional dan aktivitas kemaritiman internasional. Hal ini sejalan dengan sejalan dengan arahan strategis Danantara dalam memperkuat peran BUMN untuk memberikan kontribusi terhadap agenda strategis nasional. Kesiapan operasional, keselamatan, keamanan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan di lingkungan pelabuhan berlangsung dengan aman dan lancar.

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, menghubungkan Indonesia dengan dunia.(KZ/YP) **Tim

Related posts