BALI EKSPOR KAPAL PENANGKAP IKAN KE TIONGKOK

CY untuk komoditi ekspor lewat Pelabuhan Benoa

Denpasar, Maritim

 

Read More

PELAKSANAAN ekspor daerah Bali untuk semester pertama Tahun 2018, per Januari hingga Juni 2018 mencapai nilai US$ 387,233,866.41. I Putu Astawa Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa katakan berdasar data pengajuan Surat Keterangan Asal barang (SKA) realisasi ekspor Bali per Januari hingga Juni 2018 dari total masing-masing komoditas dari nilai dan komoditas ekspor terhadap ekspor mulai dari, komoditas hasil Industri, kerajinan, perkebunan, pertanian dan lain-lainnya yaitu, untuk jumlah total Nilai sebesar US$ 387,233,866.41 dengan total jumlah komoditas ekspor terhadap nilai ekspor sebesar 100.00%.

 

Dipaparkan pula total nilai serta komoditas ekspor terhadap nilai ekspor dari jenis-jenis komoditas tersebut, mulai dari total jumlah hasil Industri dengan jenis-jenis komuditas antara lain, ikan dalam kaleng, komponen/rumah jadi, plastik, sepatu (alas kaki), tas serta tekstil dan produk tekstil dilihat dari nilainya yaitu sebesar US$ 80,425,119.51 dengan total komoditas ekspor terhadap nilai ekspor yaitu sebesar 20.77%.

 

Untuk total jumlah hasil kerajinan dengan jenis-jenis komuditas, di antaranya kerajinan alat musik, anyaman, bambu, batu padas, furniture, kayu, keramik, kerang, kulit, lilin, logam, lukisan, perak, rotan, terracotta dan kerajinan tulang dengan total nilai dari keseluruhan jenis-jenis komoditas tersebut yaitu, sebesar US.$ 116,174,967.64 dengan total komoditas ekspor terhadap nilai ekspor yaitu sebesar, 30.00%.

 

Selanjutnya total jumlah hasil perkebunan dengan jenis-jenis komuditas antaralain, kakao, kopi, panili dan hasil perkebunan lainnya. total nilai dari keseluruhan jenis-jenis komoditas tersebut yaitu, sebesar US.$ 428,425.85 dengan total jumlah komoditas ekspor terhadap nilai ekspor yaitu sebesar, 0,11%.

 

Kemudian untuk total jumlah hasil pertanian dengan jenis-jenis komuditasnya  antara lain, berbagai jenis buah-buahan, ikan hias hidup, Ikan kakap, kepiting, kerapu, ikan nener, tuna, lobster, rumput laut serta sirip ikan hiu dengan total nilai keseluruhan jenis-jenis komoditas itu yaitu, sebesar US.$ 189,081,684.13 dengan total jumlah komoditas ekspor terhadap nilai ekspor yaitu sebesar 48.83%. Terakhir, jenis komoditas lain-lainnya untuk nilainya yaitu, sebesar US.$ 1,123,669.28 dengan total jumlah komoditas ekspor terhadap nilai ekspor yaitu sebesar 0.29%.

 

Ekspor Kapal Ikan: Sementara itu pada bulan Juli 2018 untuk pertama kalinya, Provinsi Bali melaksanakan ekspor bangunan terapung berupa kapal penangkap ikan dengan tonase kotor melebihi 4.000 GT ke Tiongkok, senilai US$156.000. I Gede Nyoman Subadri Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Bali I Gede Nyoman Subadri jelaskan, produk kapal penangkap ikan merupakan komoditas yang terhitung baru diekspor pada Juli 2018 dan sebelumnya tidak pernah diperdagangkan ke luar negeri.

 

Selain mengekspor kapal, Bali juga tetap mengirim komoditas ikan dan udang yang sebagian besar berupa cumi-cumi ke Tionbgkok senilai US$ 1.421.057. Menurut Gede, disebabkan oleh penjualan dua komoditas itu, ekspor Bali ke Tiongkok pada Juli 2018 meningkat hingga 413,55% dibanding periode sebelumnya, atau meningkat 61,85% dibanding periode sama tahun lalu. Persentase peningkatan ekspor tujuan Tiongkok pada Juli 2018 ini menjadi yang terbesar dibanding ekspor ke negara lainnya.

 

“Eskpor didominasi produk ikan dan udang hingga ratusan persen, selain itu, peningkatan ini juga disebabkan ekspor komoditas kapal laut dan bangunan terapung, yang pada bulan Juli 2017 tak dilakukan ekspor ke Tiongkok” katanya, Senin (3/9/2018).

 

Dijelaskan pula, ekspor tujuan Amerika Serikat dengan dominasi komoditas ikan dan udang juga naik sebesar 30,97% menjadi sebesar US$ 3.412.913. Khusus untuk cakalang, tercapai US$ 1.247.591. Ungkap Subadri: “Selama tahun 2018, ekspor ikan dan udang dengan tujuan Amerika Serikat mencapai puncak tertinggi di bulan Juli 2018”.

 

Komoditas yang dominan pengaruhi peningkatan ekspor tujuan Amerika Serikat, secara persentase antara lain berupa perabot, penerangan rumah yang mengalami peningkatan hingga ratusan persen, berupa perabot rumah, tempat tidur dan perlengkapan serta bangunan prafabrikasi. Selain komoditas tersebut, komoditas yang juga mengalami peningkatan antara lain produk kayu, barang dari kayu yang meningkat hingga 72,78%, berupa patung kecil dan ornamen lainnya yang terbuat dari kayu. Dia menambahkan, yang juga turut mendominasi peningkatan ekspor pada Juli 2018 yaitu tujuan Australia dengan peningkatan sebesar US$ 1.457.750 yang didominasi produk pakaian jadi bukan rajutan hingga ratusan persen. Selain itu, juga ada ekspor perhiasan atau permata ke Australia.

 

Menurut data BPS Bali, berbeda dengan kesembilan negara tujuan ekspor utama yang mengalami peningkatan, hanya ekspor tujuan Inggris yang mengalami penurunan sebesar 2,73% karena menurunnya ekspor produk pakaian jadi bukan rajutan mencapai 32,90% serta menurunnya produk barang-barang rajutan mencapai 76,14%. Kegiatan perdagangan luar negeri Bali selama Juli 2018 tersebut, total nilai ekspor barang dari Pulau Dewata yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia tercatat mencapai US$ 46.475.569.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 39,38% apabila dibanding nilai ekspor periode sebelumnya yang mencapai US$ 33.344.116. Sementara itu, capaian Juli 2018 juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,05% dari periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 41.112.256.

 

Pungkas I Nyoman Subadri: “Peningkatan ekspor baik secara month to month maupun year on year diduga karena terkait kembalinya aktivitas kegiatan ekspor setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H”.***ADIT/ERICK ARHADITA

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *