JAKARTA-MARITIM : Setelah melalui capaian krusial pada tahun 2025 dengan berbagai dinamika dan tantangannya, Perum BULOG di tahun 2026 ini mendapatkan penugasan baru dari negara untuk menyerap sebanyak 4 juta ton setara beras dan jagung sebanyak 1 juta ton.
“Target penyerapan 4 juta ton setara beras dan jagung 1 juta ton, adalah amanah besar. Ini adalah upaya konkret negara untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, harga terjaga, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” kata Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, pada konferensi pers awal tahun 2026, di Kantor Pusat Perum BULOG Jakarta, Jumat (2/1).
Menurutnya, penugasan negara ke BULOG lainnya, adalah penyerapan minyak goreng 35% DMO untuk 3 BUMN (BULOG, ID Food dan Agrinas Palma).
Selain itu, BULOG juga ditugasi oleh negara untuk menyalurkan 720 ribu ton Bantuan Pangan yang akan disalurkan untuk 18 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang dialokasikan untuk 4 bulan.
Kemudian masih ada lagi penugasan negara ke BULOG – terutama untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen – yaitu sebanyak 1,5 juta ton Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serta pengecer.
“Penugasan ini menegaskan kepercayaan negara kepada BULOG sebagai pilar stabilisasi pangan nasional,” tambah Rizal, didampingi jajaran Direksi Perum BULOG.
Lebih lanjut dikatakan, langkah strategis utama di tahun 2026, adalah BULOG merencanakan membangun sebanyak 100 infrastruktur pascapanen guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir.
“Penguatan infrastruktur pascapanen ini, adalah investasi strategis. Kami ingin hasil produksi petani tidak hanya terserap, tetapi juga terjaga mutunya dan memiliki nilai tambah,” ungkapnya.

Cetak Rekor Sejarah
Pada kesempatan sama, orang nomor satu di Perum BULOG itu juga membeberkan capaian kinerja krusial dan optimal sepanjang tahun 2025.
Berbagai capaian tersebut menegaskan peran BULOG sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung Asta Cita Pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Rizal menilai, sepanjang tahun 2025 merupakan fase krusial dalam penguatan peran BULOG di seluruh rantai pangan nasional, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi lain, tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran BULOG sebagai stabilisator pangan nasional. Terutama fokus melindungi petani, menjaga cadangan pangan, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang stabil dan terjangkau.
Capaian kinerja optimal tahun 2025 hingga 31 Desember 2025, BULOG mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton, yang berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras.
Raihan ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani. Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum BULOG.
Dirut BULOG menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan, yang terjun langsung ke petani, menyerap gabah dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” tekan Rizal.
Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial. Langkah ini menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional.
Di sisi distribusi, BULOG telah menyalurkan Bantuan Pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Sementara untuk penyaluran SPHP Beras menyentuh angka 803 ribu ton dan SPHP Jagung sebesar 51.211 ton menjadi instrumen penting dalam menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
“Intervensi pasar melalui SPHP kami lakukan secara terukur dan terawasi. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas harga tanpa merusak mekanisme pasar, sekaligus melindungi konsumen dan petani,” jelas Direktur Utama Perum BULOG itu.
Dalam upaya memperluas akses pangan terjangkau, BULOG bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri sukses menggelar GPM Serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia, yang mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari MURI.
Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat sebesar 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah pencapaian stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
Dalam situasi darurat, BULOG juga menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, dengan distribusi mencakup Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton. Penyaluran ini mencerminkan tingginya kebutuhan respons darurat pangan di kawasan Sumatera sebagai salah satu wilayah dengan intensitas risiko bencana yang signifikan.
“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan bencana tersedia, cepat, dan tepat sasaran,” tutup Rizal.
Dengan capaian solid di tahun 2025 dan langkah strategis yang terarah di tahun 2026, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional, sejalan dengan visi besar Asta Cita Pemerintah. (Muhammad Raya)





