JAKARTA-MARITIM : Untuk mendukung implementasi Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan infrastruktur fisik untuk pengembangannya. Salah satunya, adalah melalui penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC), yang berlokasi di Plered, Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), sebagai wadah kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi chip design nasional.
“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin juga semakin aktif mendorong kegiatan R&D chip design, termasuk melalui penyediaan infrastruktur pendukung untuk pengujian desain chip. Ini menjadi bagian penting untuk memastikan hasil desain dapat memenuhi standar industri dan siap masuk ke tahap berikutnya dalam rantai nilai semikonduktor,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, usai melalukan pertemuan dengan pengurus Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC), di Jakarta, Selasa (13/1).
Menurut Menperin, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan membangun kesadaran nasional terhadap pentingnya industri semikonduktor, Menperin juga dijadwalkan menjadi salah satu keynote speaker pada agenda Indonesia Semiconductor Summit 2026, yang diselenggarakan oleh ICDeC pada 29-30 Januari 2026, di ITB Innovation Park, Bandung, Jawa Barat.
Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra global untuk membahas arah kebijakan, peta jalan, dan peluang kolaborasi pengembangan industri semikonduktor nasional.
“Forum seperti Indonesia Semiconductor Summit menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kemenperin memandang agenda ini sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional secara berkelanjutan,” ujar Menperin.
Menperin menambahkan, seluruh langkah tersebut dirangkum dalam Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia, yang disusun secara bertahap dengan fokus awal pada desain chip, pengembangan talenta nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global.
“Kemenperin memandang pengembangan industri semikonduktor sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan dan daya saing industri nasional. Oleh karena itu, kolaborasi dengan ICDeC dan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar Indonesia dapat menjadi bagian penting dari rantai nilai global industri semikonduktor,” ungkap Agus.
Menperin juga menegaskan bahwa Kemenperin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Apple, yang di dalamnya mencakup komitmen pengembangan kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDeC.
Dalam kerja sama tersebut, pengembangan brainware atau sumber daya manusia nasional menjadi salah satu fokus utamanya, yang telah menunjukkan kemajuan melalui pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” ucapnya.
Lebih lanjut, Menperin menyampaikan terimakasih kepada Bappenas karena program pengembangan chip design telah masuk dalam Blue Book Bappenas yang dijalankan melalui ICDeC.
Proyek strategis ini merupakan bagian dari strategi pengembangan industri nasional berbasis teknologi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.
Menperin menjelaskan, upaya pengembangan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah langkah yang baru, melainkan telah dibangun secara konsisten oleh Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir.
“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin telah secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design. Upaya ini antara lain dimulai sejak 2019 dilanjutkan Hannover Messe tahun 2022, ketika Indonesia mulai membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Menperin.
Pada ajang Hannover Messe tersebut, Kemenperin melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah perusahaan teknologi global.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal Indonesia untuk masuk ke rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur.
Kemenperin menegaskan, komitmennya dalam mengakselerasi penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sebagai fondasi penting bagi transformasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperdalam hilirisasi berbasis inovasi. (Muhammad Raya)





