Siapkan KMP Portlink III, ASDP Perkuat Kesiapan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

KMP Portlink III, siap dukung penyeberangan Merak-Bakauheni. (Foto : istimewa ASDP)

MERAK – MARITIM : Kesiapan armada merupakan faktor penting, dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan. Karena itu, perusahaan terus melakukan langkah-langkah strategis , untuk memastikan dukungan armada sesuai dengan kebutuhan operasional dan standar keselamatan yang berlaku.

Berpulang pada kebutuhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni , melalui pergerakan KMP Portlink III dari Paciran menuju Merak.

Read More

Menurut Direktur Utama ASDP Heru Widodo, kehadiran kapal ini diharapkan dapat mendukung kapasitas layanan. Meningkatkan kesiapan armada, serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur penyeberangan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.

Dalam keterangannya, Jumat 23 Oktober 2023, Heru Widodo menyampaikan, Lintasan Merak–Bakauheni memiliki peran strategis . Dalam menghubungkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, antara Jawa dan Sumatera. Karena itu, kesiapan armada menjadi perhatian penting bagi ASDP.

“Kami terus berupaya memastikan, dukungan kapal tersedia secara optimal agar layanan penyeberangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan andal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang baik bagi pengguna jasa,” ujar Heru.

KMP Portlink III bertolak dari Paciran pada Kamis 22 Oktober 2026 pukul 16.50 WIB, setelah melalui tahapan persiapan keberangkatan.

Kapal dijadwalkan tiba di Merak pada Jumat 23 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Pergerakan kapal ini, menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan armada . Untuk mendukung kebutuhan operasional penyeberangan, sejalan dengan tingginya peran lintasan Merak–Bakauheni dalam menunjang pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang antarpulau.

Dengan berbobot sebesar 15.341 GT, KMP Portlink III memiliki kapasitas angkut hingga 250 penumpang dan 150 unit kendaraan campuran.

Kapasitas tersebut, menjadi potensi dukungan bagi layanan penyeberangan Merak–Bakauheni. Memiliki peran penting dalam menjaga, kesinambungan konektivitas nasional sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan logistik.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, penguatan layanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kapal. Tapi juga mencakup kesiapan teknis, pemenuhan persyaratan keselamatan, serta koordinasi operasional dengan seluruh pihak terkait.

Setiap tahapan perlu dipastikan , berjalan sesuai ketentuan agar kapal dapat beroperasi dengan memenuhi standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Setelah tiba di Merak, KMP Portlink III akan menjalani tahapan pemeriksaan dan persiapan operasional sesuai prosedur yang berlaku sebelum mulai melayani lintasan Merak–Bakauheni.

Dalam hal ini, ASDP memastikan bahwa aspek keselamatan, kesiapan teknis kapal, dan pemenuhan persyaratan operasional menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyiapan armada.

Selain kesiapan kapal, koordinasi operasional juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran layanan penyeberangan. ASDP terus memperhatikan kebutuhan layanan di pelabuhan, termasuk kesiapan armada dan pengaturan operasional. Agar pelayanan kepada pengguna jasa ,dapat berlangsung secara tertib dan terukur.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keandalan konektivitas di lintasan dengan mobilitas yang tinggi.

Ia mebjelaskan, lintasan Merak–Bakauheni merupakan salah satu jalur utama penyeberangan nasional. Berperan penting dalam mendukung pergerakan orang, kendaraan, dan barang.

“Kelancaran layanan di lintasan ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap kesinambungan rantai pasok dan aktivitas perekonomian di berbagai wilayah,” jelas Windy.

Melalui penguatan kesiapan armada, ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Perusahaan juga akan, terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan operasional penyeberangan berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat.

(Rabiatun)

Related posts