Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak Fokus Kerjakan Produk Mebel Tujuan Ekspor

  • Whatsapp
Kepala Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak Viko Thoifah didampingi Kepala Produksi Ripto bersama kursi knock down yang siap diekspor ke AS

BOYOLALI-MARITIM : Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setiap bulan diperkirakan dapat mengekspor sebanyak 1 kontainer ukuran 20 feet berbagai macam produk mebel ke Jerman, China dan Afrika Selatan.

“Sementara yang sekarang sedang dalam proses on going, adalah kursi knock down sebanyak 1.000 unit pesanan buyer asal Amerika Serikat (AS). Pengiriman produk mebel tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah,” kata Kepala Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak, Viko Thoifah, kepada wartawan saat mengunjungi sentra tersebut, pekan lalu.

Viko, didampingi Kepala Produksi, Ripto, menjelaskan produk-produk mebel berkualitas dari bahan baku kayu jati di sentranya, dikerjakan oleh tak kurang 400 perajin yang berdomisili di sekitar sentra. Adalah Kecamatan Ngemplak dan Nogosari yang menjadi pusat produksi mebel tersebut. Di mana industri-industri mebel serta toko kayu jati tumbuh subur di pinggir Jalan Embarkasi Haji Donohudan-Ketitang Nogosari.

Viko menjelaskan, selain memenuhi permintaan pasar dalam negeri, produksi kayu jati ini juga sudah tembus pasar ekspor seperti di Desa Manggung. Industri pengolahan kayu jati tersebut sejak beberapa tahun lalu sudah merambah pasar Eropa. Produksi potongan kayu jati kualitas super itu dikirim ke sejumlah negara di Eropa. Ada ratusan macam model potongan kayu jati yang diekspor ke Eropa.

“Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak, Manggung, saat ini kerap kebanjiran order dari para buyer dari luar negeri. Namun kami tidak dapat memenuhi seluruh permintaan mereka karena adanya keterbatasan jumlah mesin produksi berikut tenaga operatornya dan lahan untuk perluasan sentra,” ungkap Ripto.

Pelatihan di UNS

Sentra IKM Pengolahan Kayu Manggung dibangun dari APBD Pemkab Boyolali. Saat ini, sentra ini telah memiliki 13 mesin produksi dan 1 CNC Router yang cukup canggih, sehingga dapat segera digunakan untuk melayani penggergajian gelondongan kayu dan jasa ukir kayu.

“Namun pengoperasian mesin produksi dan CNC belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan lahan yang ada saat ini. Karena itu dalam waktu dekat kami selaku pihak pengelola akan melakukan perluasan lahan sentra dari awalnya seluas 1 hektare,” urai Viko.

Mengantisipasi hal tersebut — terutama untuk mengejar permintaan buyer yang tertunda — pihak pengelola telah menjalin kerja sama pelatihan operator mesin produksi kayu dengan Universitas Negeri Surakarta (UNS).

Sedangkan untuk perluasan lahan akan ditambah lagi gedung atau ruang baru untuk menampung mesin CNC yang kini masih tersimpan di gedung produksi dan belum terpakai.

Nantinya, menurut Viko, perluasan lahan tersebut untuk penambahan ruang mesin CNC dan penambahan ruang finishing. Karena saat ini antara ruang produksi dan ruang finishing masih berada dalam satu ruangan. Sehingga perlu dipisah agar lebih optimal lagi.

“Saya optimistis, apabila perluasan lahan sentra dan pelatihan operator mesin produksi kayu ini selesai, Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak dapat optimal lagi memenuhi permintaan para buyer di mancanegara. Bahkan dapat memperluas pangsa pasar. Apalagi jika nantinya Pemkab Boyolali memberikan tambahan mesin produksi kayu,” ungkap Viko.

Lepas dari itu, Viko dan Ripto mengaku, sentranya belum lama ini terkena tipu karena mental agen pembohong. Pasalnya, agen hanya membayar Rp80 juta dari total nilai tagihan sebesar Rp220 juta, di mana barang sudah diekspor seluruhnya.

“Inilah akibatnya kalau kita mengekspor barang melalui pihak kedua. Karena itu, kami usulkan pada pihak BUMDes Boyolali untuk menjalin kerja sama dengan pihak yang dapat melakukan ekspor secara langsung (direct call) ke negara tujuan,” pinta Viko.

Rencananya, Sentra IKM Pengolahan Kayu Ngemplak akan memberangkatkan 4 orang perajin ke Meksiko untuk mengikuti pameran mebel bertaraf internasional pada Agustus 2023 mendatang.

Menjawab wartawan soal banyaknya buyer yang memesan produk mebel dari sentra ini, Viko menyatakan, karena di sentranya setiap produk mebel yang dikerjakan sudah melalui standar yang sudah ada. Yang lainnya dikerjakan sesuai dengan spek yang diminta, dikirim sesuai tepat waktu dan desain sesuai permintaan. (Muhammad Raya)

Related posts