JAKARTA-MARITIM: Sekolah Tinggi Maritim (STIMar) ‘AMI’ yang kini berusia 66 tahun tetap konsisten untuk mencetak insan maritim profesional yang bertaraf internasional. Para lulusan STIMar yang sebelumnya bernama Akademi Maritim Indonesia (AMI), selain berhasil menjadi nakhoda di kapal nasional dan internasional, jadi pengusaha industri maritim, juga banyak yang menjadi perwira di kapal-kapal TNI-AL, Polri, dan menduduki jabatan penting di Kementerian Perhubungan.
Dalam usianya 66 tahun terhitung sejak berdirinya AMI tahun 1960, sampai sekarang STIMar ‘AMI’ tetap eksis dan terus konsisten untuk mencetak insan maritim dalam upaya menguatkan kedaulatan dan mewujudkan kemakmuran bangsa Indonesia.
“Banyak lulusan STIMar ‘AMI’ yang menjadi perwira di TNI-AL dan Polri, maupun menjadi pejabat di Kemenhub,” kata Ketua STIMar ‘AMI’ Capt. Albert Lapian M.Mar pada upacara pelantikan dan kenaikan tingkat mahasiswa/mahasiswi dan taruna/taruni tahun ajaran 2026-2027.
Acara yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 itu berlangsung.di kampus STIMar ‘AMI’ Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). Acara tersebut dihadiri segenap civitas akademika dan sejumlah alumni STIMar ‘AMI’, serta orang tua mahasiswa/i dan taruna/i baru yang dilantik.
Total mahasiswa/wi dan taruna/ni yang dilantik dan mendapat kenaikan tingkat sebanyak 169 orang, baik untuk prodi (program studi) S1 dan D3. Saat ini, STIMar ‘AMI’ memiliki 6 program studi, yakni dua prodi D3 (Nautika dan Teknika) dan prodi D4 (Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga & Kepelabuhanan). Sedang untuk prodi S1 meliputi Rekayasa Transportasi Laut, Logistik dan Bisnis Maritim.
Dikatakan selanjutnya, berdasarkan UU Pendidikan Tinggi masa studi untuk prodi D3 normal 3 tahun dan dapat diperpanjang sampai 5 tahun. Untuk prodi D4 dan S1 masa studinya normal 4 tahun dan maksimal selama 7 tahun.
Untuk itu, para orang mahasiswa dan taruna diminta untuk terus memantau perkembangan putera/puterinya agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu.
Menurut Capt. Albert, ketiga prodi S1 telah mendapatkan akreditasi dari Badan Nasional Akreditasi Perguruan Tinggi. Sementara untuk para dosen dan tenaga kependidikan lainnya telah direkrut dari orang-orang yang terpilih dan profesional.
Khusus untuk prodi Nautika dan Teknika juga telah mendapat approval dari Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. Sehingga lulusan kedua prodi tersebut telah memenuhi syarat internasional, yakni STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers) yang merupakan salah satu konvensi dari IMO (International Maritime Organization). Dengan demikian, lulusan D3 Nautika dan Teknika telah diakui dunia dan dapat bekerja di kapal-kapal internasional maupun industri maritim lainnya.
Terkait soal ini, Capt. Albert mengingatkan semua lulusan agar tetap menjaga sikap mental dan disiplin selama pendidikan, karena hal ini juga sangat berpengaruh dan menjadi penilaian perusahaan di tempat bekerja nanti.
Menyinggung peringatan Hari Sumpah Pemuda dan peran STIMar ‘AMI’, Capt. Albert Lapian menegaskan, ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang intinya “Satu Nusa Satu Bangsa” sampai saat ini juga tetap diwujudkan oleh STIMar “AMI’.
“Kami tidak pernah membeda-bedakan dari mana asal-usul mahasiswa/taruna maupun tenaga kependidikan. Mahasiswa/wi dan taruna/ni STIMar ‘AMI’ berasal dari seluruh Tanah Air,” tandasnya. (pur).





